Hari Menulis Pesan Sedunia, Ketika Lansia Mengajarkan Kita Arti Sebuah Pesan


Masalahnya, ingatan manusia tidak selamanya tinggal bersama kita. Karena itu, menulis dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menyimpan pengalaman tersebut.

2026-09-01T08:17

GERIATRI.CO.ID - Dulu, kalau ingin menyampaikan kabar kepada seseorang yang jauh, orang menulis. Ada kertas, ada pena, ada amplop, lalu menunggu. Tidak selalu cepat, tetapi ada sesuatu yang terasa berbeda: pesan itu dibuat dengan sengaja.

Kini semuanya berubah. Pesan cukup diketik di ponsel. Bahkan sering kali hanya berupa “sudah tidur?”, emoji, atau tanda jempol. Praktis, cepat, tetapi juga mudah dilupakan.

Setiap 1 September, "Hari Menulis Pesan Sedunia" atau World Letter Writing Day mengingatkan kita pada kebiasaan yang semakin jarang dilakukan tersebut. Dan bagi lansia, momentum ini sebenarnya bisa mempunyai makna yang lebih luas.

Ada begitu banyak pengetahuan yang tidak tercatat di internet.

Bagaimana rasanya hidup ketika listrik belum selalu tersedia. Bagaimana orang bepergian sebelum ada aplikasi transportasi. Bagaimana keluarga berkomunikasi ketika telepon masih barang mewah. Bagaimana seseorang mendapatkan pekerjaan pertamanya, membangun rumah, atau membesarkan anak dengan segala keterbatasan.

Semua itu ada di dalam ingatan lansia.

Masalahnya, ingatan manusia tidak selamanya tinggal bersama kita. Karena itu, menulis dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menyimpan pengalaman tersebut.

Tidak perlu menjadi penulis.  Lansia tidak harus pandai merangkai kata. Tuliskan saja apa yang diingat.

“Dulu kami pergi ke sekolah berjalan kaki.”
“Bapak membeli sepeda pertamanya setelah menerima gaji tiga bulan.”
“Ibu paling suka memasak sayur lodeh.”

Kalimat-kalimat sederhana seperti itu mungkin terlihat tidak penting hari ini. Tetapi beberapa puluh tahun kemudian, kalimat tersebut bisa menjadi cerita keluarga yang sangat berharga.

Bagaimana dengan lansia yang tidak suka menulis? Tidak perlu dipaksa.

Inilah yang juga perlu dipahami keluarga. Menulis seharusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan, bukan pekerjaan rumah.

Kalau lansia lebih senang berbicara, biarkan ia bercerita. Anak atau cucu bisa mencatatnya. Kalau lebih nyaman menggunakan ponsel, cerita dapat diketik atau direkam sebagai suara.

Tujuannya bukan mempertahankan cara lama. Tujuannya adalah mempertahankan cerita.

Ada satu kegiatan sederhana yang bisa dicoba pada 1 September. Minta lansia memilih satu orang yang ingin diberi pesan. Anak, cucu, sahabat lama, saudara, atau siapa pun.

Tidak perlu pesan panjang. Bisa berupa ucapan terima kasih. Bisa pula permintaan maaf. Bisa tentang kenangan. Kemudian biarkan lansia menentukan sendiri apakah pesan itu ingin diberikan atau cukup disimpan.

Pada akhirnya, "Hari Menulis Pesan Sedunia" bukan tentang mempertentangkan surat dengan WhatsApp. Teknologi tetap berguna. Bahkan bagi lansia, komunikasi digital dapat membantu menjaga hubungan dengan keluarga yang tinggal jauh.

Namun, sesekali kita mungkin perlu mengingat bahwa sebuah pesan bukan hanya kumpulan kata. Ada waktu yang kita berikan ketika menulisnya. Ada perhatian yang kita curahkan. Ada kenangan yang kita pilih untuk diceritakan.

Dan mungkin itulah yang bisa kita pelajari dari generasi lansia.

Mereka pernah hidup di zaman ketika sebuah pesan membutuhkan waktu untuk sampai. Karena itu, mereka tahu bahwa kata-kata yang baik layak dibuat dengan sungguh-sungguh.

Tanggal 1 September ini, mungkin tidak ada salahnya kita mematikan ponsel beberapa menit, mengambil selembar kertas, lalu menulis kepada seseorang.

Bukan karena kita tidak punya WhatsApp. Tetapi karena ada pesan-pesan tertentu yang memang terasa lebih berarti ketika ditulis dengan tangan. (a2s)

berita lansia,Hari Menulis Pesan Sedunia,penulis lansia,menulis

ARTIKEL LAINNYA

Awas, Lansia Agar Menjauh dari Judol

Biskuit untuk Lansia: Jangan Terkecoh Tulisan “Sehat” di Kemasan

Cuaca Makin Panas, Mengapa Lansia Lebih Rentan 'Heat Stress'?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026