Saat Kepedulian Mewujudkan Hunian Layak bagi Lansia Kebumen


Salah satu titik yang mencuri perhatian adalah kediaman Mbah Aswadi (83), seorang lansia yang hidup seorang diri dengan keterbatasan penglihatan akibat katarak.

2026-08-07T07:03

GERIATRI.CO.ID - Masa tua idealnya dilalui dengan tenang, nyaman, dan dikelilingi oleh lingkungan yang mendukung. Namun bagi sebagian lansia, impian untuk sekadar memiliki tempat tinggal yang aman dan layak kerap menjadi perjuangan tersendiri. Kisah inilah yang melatari momen hangat di Kelurahan Panjer, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Selasa (4/8/2026).

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, meninjau langsung pelaksanaan program bedah rumah di tiga lokasi berbeda. Salah satu titik yang mencuri perhatian adalah kediaman Mbah Aswadi (83), seorang lansia yang hidup seorang diri dengan keterbatasan penglihatan akibat katarak.

Kunjungan ini merupakan bagian dari pengawasan program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dijalankan melalui dua jalur utama: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kebumen dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Kehadiran Bupati Lilis disambut hangat oleh Camat Kebumen, Lurah Panjer, perangkat kelurahan, serta warga sekitar. Suasana kekeluargaan sangat terasa saat warga bahu-membahu bergotong royong merenovasi rumah Mbah Aswadi.

"Insyaallah saya kira tidak sampai Rp 20 juta sudah bisa rapi. Warga sini juga siap membantu tenaga. Pada prinsipnya nanti kami selesaikan," ujar Ketua Baznas Kebumen, Mahmud Fauzi, dalam keterangan resminya, Rabu (5/8/2026)

Plafon bantuan Baznas yang bernilai maksimal Rp 20 juta diprediksi tidak akan terserap seluruhnya. Hal ini terjadi berkat tingginya empati dan partisipasi swadaya warga lokal yang siap mendonasikan tenaga secara sukarela.

Menurut penjelasan Ketua RW setempat, Mbah Aswadi telah lama tinggal sendirian sejak saudara kandungnya meninggal dunia. Meski begitu, beliau tidak benar-benar terlupakan. Para keponakannya secara rutin datang untuk mendampingi, merawat, dan memastikan kebutuhan sehari-harinya terpenuhi.

Sebagai wujud perhatian tambahan, Dinas Sosial Kabupaten Kebumen turut menyerahkan paket sembako untuk menunjang kebutuhan pangan Mbah Aswadi. Paket tersebut berisi 10 kg beras, 1 kg telur ayam, 1 liter minyak goreng, dan 1 dus mi instan.

Kisah Mbah Aswadi menjadi bukti nyata bahwa perhatian terhadap lansia membutuhkan kolaborasi erat antara kebijakan pemerintah, lembaga zakat, dan kepedulian masyarakat sekitar. Rumah yang lebih kokoh dan bersih tidak hanya memberikan perlindungan fisik, tetapi juga rasa aman dan martabat bagi seorang senior yang menua dengan tenang di kampung halamannya. (a2s)


(Foto: Dok. Pemkab Kebumen)
 

hunian lansia,berita lansia,berita,lansia

ARTIKEL LAINNYA

Pentingnya Lansia Lakukan Medical Check-up Secara Rutin

Menjaga Senyum Lansia di Tanah Suci: Catatan dan Evaluasi Haji 2026

Ini Gambaran Singkat Mengenai Gizi Seimbang untuk Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026