Terapi Mendongeng untuk Lansia Depresi


Berita Lansia - Terapi bercerita  dapat  menurunkan  tingkat  depresi secara  signifikan. Terapi bercerita  ini pun mudah dan efisien serta tidak membutuhkan  peralatan apapun.

2020-03-11 12:43:48

Geriatri.id –Depresi atau gangguan suasana hati dapat terjadi pada semua orang di segala usia, meskipun kelompok lanjut usia dianggap paling rawan. Para lansia kerap mengalami depresi karena situasi yang tidak sama ketika masih muda dulu.

Untuk mengatasi  masalah  depresi lansia, perlu terapi yang bersifat kekeluargan, memotivasi dan dapat mengembalikan semangat hidup. Salah satu terapi yang dapat dilakukan adalah terapi bercerita atau mendongeng.

Pengaruh terapi mendongeng atau bererita itu terbukti melalui penelitian Ni Made Gita Anindita Nirmala Putri, Putu Ayu Sani Utami, dan A.A Ngurah TarumaWijaya dari Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana Bali. Penelitian itu menyimpulkan ada pengaruh terapi bercerita terhadap tingkat depresi  lansia   di Panti Sosial Tresna Werdha Wana Seraya, Denpasar.

“Terapi  mendongeng  dapat  diberikan  kepada  orang  tua  dengan  depresimelalui  media  buku  cerita  dengan  maksud  bahwa  terapi  mendongeng  dapat  menumbuhkan  kebijaksanaan, sehingga orang tua menjadi individu yang terbuka dan positif,” tulis peneliti.

Terapi  bercerita  merupakan  metode penyampaian  sebuah  cerita melalui media buku  cerita, video,  gambar, atau alat peraga dengan teknik yang interaktif. Bercerita merupakan kegiatan penyampaian pesan, yang dapat berupa pesan pendidikan, keteladanan, kepemimpinan,  mengembangkan emosi, serta  kegiatan interaktif antara dua orang atau lebih.

Peneliti melakukan penelitian terhadap 23 lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna   Werdha Wana Seraya  yang  mengalami  depresi ringan dan sedang.

Lansia dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat depresi yang dialami. Peneliti memberikan terapi bercerita satu kali sehari selama tiga hari dengan durasi 30 menit. “Terjadi penurunan tingkat depresi  setelah  diberikan terapi bercerita,” tulis peneliti.

Metode  terapi  bercerita mampu menjembatani penyampaian informasi kepada lansia agar lebih ringan,menyenangkan  dan  mudah  dipahami.  Ketika kegiatan bercerita berlangsung, indra pengelihatan dan pendengaran akan menerima stimulus berupa rangsangan audio, yaitu dialog tokoh  dalam  cerita

Penelitian ini menyarankan bahwa terapi bercerita layak diterapkan pada lansia karena memiliki efek  menstimulasi emosi dan perasaan positif. Terapi ini dapat dilakukan pada waktu luang sebagai upaya peningkatan kejesahteraan lansia.

Terapi bercerita  dapat  menurunkan  tingkat  depresi secara  signifikan. Terapi bercerita  ini pun mudah dan efisien serta tidak membutuhkan  peralatan apapun. Terapi ini dapat diberikan dengan media buku  cerita. Selain  itu  terapi bercerita tidak memiliki batasan dalam ruang dan waktu. Mendongeng untuk lansia depresi bisa dilakukan di kamar maupun di ruang terbuka.***(ymr)

Foto Pixabay

Baca pula
- Kurang Vitamin D Sebabkan Depresi?
- Apakah Insomnia terkait dengan Depresi pada Lansia?
- Inilah Faktor yang Bikin Orang Tua Terkena Depresi
- Minum Teh Bisa Mencegah Depresi Lansia

lansia,geriatri,merawat lansia

ARTIKEL LAINNYA

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Usia Senja

Memahami Hipertensi (6): Kapan Perlu Pemeriksaan Lebih Lanjut?

Persiapan Menuju Masa Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026