Robot Mulai Diuji untuk Mendampingi Lansia Berjalan


Menariknya, peserta merasa lebih aman, nyaman, dan lebih percaya ketika robot memberikan kontak fisik yang ringan dan stabil, dibandingkan ketika robot hanya berjalan tanpa sentuhan.

2026-07-27T16:23

GERIATRI.CO.ID - Seiring bertambahnya jumlah lansia di dunia, para peneliti terus mencari cara untuk membantu mereka tetap aktif dan mandiri. Salah satu inovasi yang kini mulai dikembangkan adalah robot pendamping berjalan, yaitu robot yang dirancang untuk menemani lansia saat berjalan sekaligus memberikan rasa aman.

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di arXiv menguji bagaimana respons lansia ketika berjalan bersama robot humanoid. Penelitian ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mengembangkan teknologi yang dapat mendukung perawatan lansia di tengah meningkatnya kebutuhan akan layanan geriatri. 

Dalam penelitian tersebut, sebanyak 24 orang berusia 68–88 tahun diminta berjalan sejauh 10 meter bersama robot humanoid TIAGo Pro. Para peserta mencoba empat cara pendampingan yang berbeda, mulai dari tanpa kontak fisik hingga menyentuh lengan atau memegang pergelangan tangan robot. Selama uji coba, peneliti mengamati respons fisiologis, perilaku, dan pendapat para peserta. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian peserta mengalami sedikit peningkatan respons stres saat pertama kali berinteraksi dengan robot. Namun, secara umum mereka menerima kehadiran robot dengan baik.

Menariknya, peserta merasa lebih aman, nyaman, dan lebih percaya ketika robot memberikan kontak fisik yang ringan dan stabil, misalnya melalui lengan atau tangan, dibandingkan ketika robot hanya berjalan tanpa sentuhan. Menurut peneliti, bentuk interaksi tersebut membuat lansia merasa lebih yakin saat berjalan. 

Para peneliti menegaskan bahwa robot ini bukan dirancang untuk menggantikan keluarga atau tenaga kesehatan. Sebaliknya, teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi alat bantu yang mendukung mobilitas lansia, terutama di fasilitas rehabilitasi atau lingkungan yang membutuhkan pendampingan berjalan. 

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa robot dapat membantu melakukan penilaian risiko jatuh (fall risk assessment) dan kondisi frailty secara lebih konsisten, sehingga dapat menjadi pelengkap dalam pelayanan geriatri. 

Meskipun masih dalam tahap penelitian, hasil ini menunjukkan bahwa robot memiliki potensi untuk membantu lansia tetap aktif dan mandiri, terutama ketika dipadukan dengan pendampingan tenaga kesehatan dan keluarga.

Seiring berkembangnya teknologi, robot pendamping diperkirakan tidak hanya membantu saat berjalan, tetapi juga dapat mengingatkan jadwal obat, memantau aktivitas harian, hingga mendukung rehabilitasi di rumah. Namun, para ahli menekankan bahwa teknologi sebaiknya menjadi pelengkap, bukan pengganti hubungan dan perhatian dari manusia. (lia)


======

robot,robot lansia,berita lansia,berita,lansia

ARTIKEL LAINNYA

Senangnya ala Kepala Desa 'Tercantik'

Anggota Keluarga Menjadi Caregiver, Apa yang Mesti Disiapkan?

Jakarta Perkuat Layanan Antargenerasi untuk Anak dan Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026