
GERIATRI.CO.ID - Siapa bilang bertambahnya usia menandakan redupnya produktivitas? Stigma bahwa masa tua hanya diisi dengan berdiam diri di rumah perlahan tapi pasti mulai dipatahkan. Semangat membara ini ditunjukkan secara nyata oleh para anggota Sekolah Lansia Beringin, Kota Pontianak.
Pada Rabu (22/7), suasana Posyandu Beringin di Jalan Beringin Gang Beringin 3 mendadak hangat dan penuh gelak tawa. Sebanyak 35 lansia aktif—baik pria maupun wanita— berkumpul bukan sekadar untuk bersilaturahmi, melainkan untuk menyerap ilmu baru dalam workshop bertajuk "Pemberdayaan Lansia: Keterampilan Meracik Minyak Rempah dan Terapi Refleksi Kaki".
Di balik riuhnya kegiatan hari itu, aroma harum rempah-rempah alami menyeruak memanjakan penciuman. Dibimbing langsung oleh Cut Nasruli Azaria, seorang pakar dengan latar belakang cosmetology dari Beauty Arena Aesthetic Clinic, para peserta diajak menyelami keajaiban bahan-bahan dapur yang kerap dijumpai sehari-hari.
"Tema workshop hari ini adalah pemberdayaan lansia, yaitu meracik minyak rempah dari kekayaan rempah Indonesia dan teknik terapi kaki dasar," tutur Cut Nasruli seperti dilansir dari pontianakpost.jawapos.com.
Tak berhenti pada proses pembuatan, para peserta juga dibekali pengetahuan peta titik refleksi pada telapak kaki. Harapannya, keterampilan ini bisa menjadi pertolongan pertama di rumah saat anggota keluarga mengeluhkan pegal linu, lelah, atau sekadar butuh relaksasi setelah beraktivitas seharian.
Menepis Stigma, Melahirkan Lansiapreneur
Kegiatan edukatif ini bukan sekadar pengisi waktu luang. Ada misi besar di baliknya, sebagaimana dipaparkan oleh Eriza Wahyuhandani, Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Barat.
Selama ini, masyarakat cenderung memandang lansia sebagai kelompok non-produktif. Melalui program prioritas Lansia Berdaya (SIDAYA), BKKBN berkomitmen mengubah cara pandang tersebut dengan mencetak para Lansiapreneur—lansia yang tetap mandiri, berdaya, dan memiliki nilai ekonomi.
Lantas, mengapa keterampilan meracik minyak dan refleksi yang dipilih?
"Lansia memiliki keterbatasan fisik dan tenaga. Keterampilan yang paling pas dan memungkinkan untuk dilakukan adalah refleksi dasar serta pembuatan media minyak pijatnya. Ini aman secara fisik, namun tetap bernilai fungsi dan ekonomi," jelas Eriza mengenai alasan kolaborasi BKKBN Kalbar bersama Beauty Arena Aesthetic Clinic.
Sehat Jiwa, Raga, dan Sosial
Selain mendapatkan keterampilan praktis, para peserta dalam kegiatan ini juga memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Kombinasi antara pemantauan fisik, stimulasi otak lewat belajar hal baru, serta interaksi sosial antar sesama lansia menjadi kunci penting dalam menjaga kualitas hidup di usia lanjut.
Melihat antusiasme 35 lansia di Pontianak ini, kita diingatkan kembali bahwa menua itu pasti, tetapi tetap berdaya dan bahagia adalah pilihan. Dengan wadah yang tepat serta dukungan penuh dari keluarga dan komunitas, masa tua sejatinya bisa menjadi fase hidup yang paling bermakna dan penuh karya. (a2s)
(Foto: Siti Sulbiyah / Pontianak Post)
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri