Final Piala Dunia 2026 Dini Hari: Haruskah Lansia Ikut Begadang?


Bagi lansia yang memiliki riwayat hipertensi atau penyakit jantung, luapan emosi ini memicu pelepasan hormon stres secara mendadak.

2026-07-19T07:13

GERIATRI.CO.ID - Euforia Final Piala Dunia 2026 sudah di depan mata. Dua tim raksasa siap bertarung habis-habisan demi trofi emas di MetLife Stadium, Amerika Serikat. Masalahnya bagi kita yang berada di Indonesia, perbedaan zona waktu memaksa laga pamungkas ini tayang pada pukul 02.00 WIB.

Bagi generasi muda, begadang demi bola mungkin perkara biasa. Namun, bagaimana dengan Opa, Oma, atau orang tua kita yang sudah memasuki usia lansia? Butuh atau tidak sih mereka ikut menonton langsung siaran live di dini hari? Yuk, kita bedah dari kacamata kesehatan geriatri.

Menonton Bola: Hiburan Berisiko Tinggi bagi Lansia?

Bagi sebagian lansia yang merupakan pencinta sepak bola sejati sejak muda, menonton tim kesayangan berlaga adalah kebahagiaan tersendiri. Namun, menonton laga dengan tensi tinggi seperti final Piala Dunia pada jam tidur normal bukanlah kombinasi yang ideal. Mengapa?

Ancaman Lonjakan Tekanan Darah

Sepak bola memicu emosi yang campur aduk—tegang, cemas, senang, hingga kecewa. Bagi lansia yang memiliki riwayat hipertensi atau penyakit jantung, luapan emosi ini memicu pelepasan hormon stres secara mendadak. Akibatnya, tekanan darah bisa melonjak dan frekuensi detak jantung meningkat pesat, yang meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke di malam hari.

Rusaknya Jam Biologis

Secara alami, pola tidur lansia mengalami perubahan. Mereka cenderung lebih mudah terbangun dan kualitas tidur dalamnya (deep sleep) berkurang. Memaksa terjaga pada pukul 02.00 dini hari akan merusak ritme sirkadian tubuh. Kurang tidur pada lansia tidak hanya memicu kelelahan keesokan harinya, tetapi juga bisa menurunkan imunitas, memicu kebingungan (delirium ringan), serta mengganggu keseimbangan tubuh yang meningkatkan risiko terjatuh.

Jadi, Butuh atau Tidak Nonton Jam 2 Pagi?

Jawabannya: Sangat tidak disarankan untuk menonton secara langsung (live) di dini hari.

Kalau Tidak Nonton Live, Baiknya Bagaimana?

Agar Opa dan Oma tidak merasa "ditinggal" atau kehilangan kegembiraan Piala Dunia, keluarga bisa menerapkan strategi “aman” berikut ini: biarkan lansia tidur nyenyak dan nonton siaran ulang pagi hari. Atau, kalau mau nih, hehehe, keluarga tidak ada yang begadang, lalu semua sama-sama nonton siaran ulangnya tanpa harus tahu skor akhirnya dulu.

Jika Oma atau Opa bersikeras harus nonton live dan dokter menyatakan kondisi jantung serta tensinya sangat stabil, lakukan persiapan ketat. Lansia wajib tidur lebih awal (sejak pukul 19.00 atau 20.00), ditemani kalau ada, oleh anggota keluarga saat menonton, sediakan air putih yang cukup, dan segera matikan televisi jika tensi pertandingan mulai membuat mereka tampak terlalu tegang atau sesak.

Menonton bola adalah hak semua usia, namun menjaganya tetap aman adalah kewajiban kita bersama. Membiarkan lansia tidur nyenyak di malam final Piala Dunia bukanlah bentuk pembatasan, melainkan wujud kasih sayang yang nyata demi memastikan mereka tetap sehat dan mendampingi kita hingga Piala Dunia edisi-edisi berikutnya.

Selamat menjaga kesehatan jantung orang-orang tercinta kita. (a2s)

susah tidur lansia,susah tidur,berita lansia,lansia sehat,final piala dunia 2026

ARTIKEL LAINNYA

Kecewa Saat Tim Idola Kalah di Final, Jangan Lama-Lama ya

Mengenang Keberanian 'Dr. Alan Grant' Melawan Waktu dan Penyakit

Cara Membantu Lansia untuk Mandi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026