Siapa yang Akan Merawat Lansia Indonesia? Ini Fokus Baru Pemerintah


Selama ini, banyak orang menganggap perawatan lansia identik dengan rumah sakit atau panti sosial.

2026-07-17T08:04

GERIATRI.CO.ID - Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan Statistik Penduduk Lanjut Usia 2025dari Badan Pusat Statistik (BPS), hampir 12 persen penduduk Indonesia merupakan lansia. Seiring bertambahnya usia harapan hidup, kebutuhan akan layanan kesehatan dan perawatan jangka panjang (long-term care) pun diperkirakan akan semakin besar.

Pertanyaannya, siapa yang akan merawat jutaan lansia Indonesia di masa depan?

Pemerintah mulai memberikan perhatian lebih terhadap isu ini. Tidak hanya melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga dengan mendorong sistem perawatan yang melibatkan keluarga, masyarakat, dan berbagai sektor lainnya.

Selama ini, banyak orang menganggap perawatan lansia identik dengan rumah sakit atau panti sosial. Padahal, sebagian besar lansia justru tinggal bersama keluarga dan menjalani aktivitas sehari-hari di rumah.

Karena itu, pemerintah mulai mengembangkan pendekatan perawatan jangka panjang berbasis keluarga dan komunitas. Tujuannya agar lansia tetap dapat hidup mandiri selama mungkin di lingkungan yang mereka kenal.

Kementerian Kesehatan juga terus memperkuat layanan kesehatan bagi lansia melalui puskesmas, posyandu lansia, hingga pelayanan geriatri di rumah sakit. Dalam berbagai kebijakan pemerintah, keluarga dipandang sebagai pihak yang memiliki peran paling penting dalam mendampingi lansia. Mulai dari membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, mengingatkan jadwal minum obat, mendampingi kontrol kesehatan, hingga memberikan dukungan emosional, semuanya berpengaruh terhadap kualitas hidup lansia.

Namun, merawat lansia juga bukan pekerjaan yang mudah. Anggota keluarga yang menjadi pendamping (caregiver) sering kali menghadapi tantangan fisik, emosional, bahkan finansial. Karena itu, pemerintah mulai mendorong edukasi bagi keluarga agar mampu memberikan perawatan yang tepat sekaligus menjaga kesehatan dirinya sendiri.

Indonesia juga mulai mengembangkan konsep Long-Term Care (LTC) atau perawatan jangka panjang. Perawatan ini tidak hanya ditujukan bagi lansia yang sakit, tetapi juga bagi mereka yang mengalami penurunan kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti mandi, berpakaian, makan, atau berjalan.

Layanan tersebut dapat berupa pendampingan di rumah, rehabilitasi, pelayanan kesehatan, hingga dukungan sosial sesuai kebutuhan masing-masing lansia.

Konsep ini sejalan dengan rekomendasi World Health Organization (WHO) yang menekankan pentingnya sistem pelayanan terpadu agar lansia dapat tetap hidup mandiri dan mempertahankan kualitas hidupnya.

Selain pelayanan kesehatan, pemerintah juga mulai mendorong terciptanya lingkungan yang lebih ramah bagi lansia.

Hal ini mencakup penyediaan ruang publik yang mudah diakses, transportasi yang aman, fasilitas kesehatan yang ramah lansia, hingga penguatan komunitas yang dapat membantu lansia tetap aktif bersosialisasi.

Semakin banyak daerah di Indonesia juga mulai mengembangkan program sekolah lansia, posyandu lansia, dan kegiatan pemberdayaan agar lansia tetap sehat, produktif, dan tidak merasa terisolasi.

BPS memperkirakan jumlah lansia akan terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia untuk membangun sistem pelayanan yang lebih siap menghadapi perubahan demografi.

Pengalaman negara seperti Jepang menunjukkan bahwa masyarakat yang menua membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Bukan hanya tenaga kesehatan, tetapi juga keluarga, pemerintah, komunitas, hingga sektor swasta.

Semakin dini persiapan dilakukan, semakin besar peluang lansia Indonesia untuk menikmati masa tua yang sehat, aktif, mandiri, dan tetap memiliki kualitas hidup yang baik. (lia)

komunikasi,komunikasi lansia,berita lansia,hari populasi sedunia

ARTIKEL LAINNYA

Caregiver di Indonesia: Dipikul Tanggung Jawab Besar, tapi Sering Tak Terlihat

Ruang Bahagia dan Secercah Harapan Baru bagi Lansia Jakarta

Pilar Utama dalam Menjaga Kepadatan Tulang

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026