Hampir 12 Persen dari Total Penduduk, 60 Tahun ke Atas


Hampir 1 dari 8 penduduk Indonesia merupakan lansia berusia 60 tahun ke atas.

2026-07-11T16:57

GERIATRI.CO.ID - Setiap 11 Juli, dunia memperingati Hari Populasi Dunia (World Population Day). Peringatan yang diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini menjadi momentum untuk melihat berbagai perubahan demografi yang terjadi di setiap negara, termasuk Indonesia.

Selama ini, pertumbuhan jumlah penduduk sering menjadi perhatian utama. Namun, ada perubahan lain yang tak kalah penting, yaitu meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia). Indonesia kini tidak hanya memiliki populasi yang besar, tetapi juga semakin banyak masyarakat yang memasuki usia 60 tahun ke atas.

Berdasarkan Statistik Penduduk Lanjut Usia 2025 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 285 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 11,93 persen atau hampir 1 dari 8 penduduk Indonesia merupakan lansia berusia 60 tahun ke atas. Persentase ini meningkat dibandingkan tahun 2020 yang masih berada di angka 9,93 persen.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia telah memasuki fase ageing population atau masyarakat menua, yaitu ketika proporsi penduduk lansia telah melampaui 10 persen dari total populasi. Saat ini, sedikitnya 16 provinsi telah masuk ke kategori tersebut, dengan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi provinsi yang memiliki proporsi lansia tertinggi di Indonesia.

Data BPS menunjukkan bahwa sekitar 44 dari setiap 100 lansia mengalami keluhan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, gangguan sendi, dan gangguan penglihatan masih menjadi masalah kesehatan yang paling sering dialami kelompok usia ini. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap layanan kesehatan geriatri diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

Meski demikian, lansia Indonesia tidak identik dengan ketergantungan. BPS mencatat, sebanyak 54,21 persen lansia masih aktif bekerja. Mereka tetap berkontribusi di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perdagangan, jasa, hingga usaha keluarga. Aktivitas tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kesehatan fisik, fungsi kognitif, dan interaksi sosial.

Kemampuan lansia dalam mengikuti perkembangan teknologi juga menunjukkan tren yang positif. Lebih dari separuh lansia Indonesia atau 52,23 persen telah menggunakan telepon seluler (HP). Sementara itu, 34,13 persen lansia pernah mengakses internet untuk berkomunikasi dengan keluarga, mencari informasi, hingga memanfaatkan layanan kesehatan digital. Hal ini menunjukkan bahwa lansia Indonesia semakin mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Momentum Hari Populasi Dunia menjadi pengingat bahwa perubahan demografi harus diantisipasi sejak sekarang. Dengan hampir 12 persen penduduk Indonesia merupakan lansia, kebijakan pembangunan perlu semakin memperhatikan kebutuhan kelompok usia ini, mulai dari layanan kesehatan yang mudah diakses, lingkungan yang ramah lansia, hingga kesempatan untuk tetap aktif dan produktif. (lia)

gen z,hari populasi sedunia,hari populasi sedunia 2026,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

‘Menua Bukan Berarti Kehilangan Kemandirian’

Hari Populasi Sedunia: Indonesia yang Kian Menua

Mahathir Mohamad Sudah 101 Tahun lho

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026