‘Menua Bukan Berarti Kehilangan Kemandirian’


Ia mengungkapkan, banyak lansia sebenarnya lebih mengkhawatirkan menjadi beban bagi anak atau keluarganya, dan menjadi lansia yang tidak mandiri.

2026-07-11T13:10

GERIATRI.CO.ID - Banyak orang merasa khawatir memasuki usia lanjut karena takut kehilangan kemandirian. Kekhawatiran ini memang beralasan. Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk beraktivitas sehari-hari. 

Namun, menurut dr. Ika Fitriana, SpPd., K-Ger., spesialis penyakit dalam konsultan geriatri, menjadi tua tidak selalu identik dengan menjadi bergantung pada orang lain. Justru, menjaga kemandirian merupakan salah satu tujuan utama dalam konsep healthy aging atau penuaan sehat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui program Integrated Care for Older People (ICOPE) menekankan bahwa lansia perlu mempertahankan dua hal penting, yaitu kapasitas intrinsik dan kemampuan fungsional.

Kapasitas intrinsik adalah seluruh kemampuan fisik dan mental yang dimiliki seseorang, sedangkan kemampuan fungsional adalah kemampuan seseorang melakukan aktivitas yang penting dalam kehidupannya sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya.

"Tujuan akhirnya adalah agar lansia tetap mampu menjalani kehidupan secara mandiri selama mungkin," jelas dokter Ika.

Indonesia kini telah memasuki fase ageing population, yaitu kondisi ketika jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat. Saat ini, rasio ketergantungan lansia sekitar 11, yang berarti setiap 100 penduduk usia produktif menopang sekitar 11 orang lansia. 

Dalam dua dekade mendatang, jumlah lansia diperkirakan akan terus bertambah, sementara jumlah penduduk usia muda tidak meningkat dengan kecepatan yang sama. Bahkan pada tahun 2050, rasio ketergantungan lansia diproyeksikan mencapai lebih dari 54, atau sekitar satu lansia ditopang oleh kurang dari dua orang usia produktif.

Kondisi ini menunjukkan bahwa menjaga lansia tetap sehat dan mandiri bukan hanya penting bagi individu, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, dan sistem kesehatan secara keseluruhan.

Dokter Ika mengungkapkan, banyak lansia sebenarnya tidak terlalu takut terhadap proses menua itu sendiri, yang paling mereka khawatirkan adalah menjadi beban bagi anak atau keluarganya dan menjadi lansia yang tidak mandiri.

“Ketidakmandirian menyebabkan beban sendiri pada lansia, beban ini dapat menyebabkan lansia merasa tidak berdaya dan jatuh pada depresi. Lansia yang tidak mandiri juga tak dapat bersosialisasi karena keterbatasan, akhirnya terjadi kesepian dan kurang aktivitas, menyebabkan lansia mudah jatuh sakit dan akhirnya memberat,” ujar dokter Ika. 

Kemandirian bukan hanya berarti mampu hidup sendiri tanpa bantuan siapa pun. Kemandirian memiliki cakupan yang lebih luas. Pada tingkat dasar, lansia dikatakan mandiri bila masih mampu melakukan aktivitas sehari-hari seperti:

  • Mandi sendiri
  • Berpakaian sendiri
  • Berjalan
  • Makan

Di sisi lain, terdapat pula kemandirian sosial, yaitu kemampuan untuk tetap beraktivitas di masyarakat, bepergian sendiri, menggunakan telepon genggam atau teknologi sederhana, hingga tetap mengikuti kegiatan komunitas.

Sering dijumpai dua orang yang sama-sama berusia 70 tahun tetapi memiliki kondisi yang sangat berbeda. Ada yang masih bepergian sendiri, bahkan tetap aktif dan produktif. Namun ada pula yang lebih sering berada di rumah, mudah sakit, dan membutuhkan bantuan dalam berbagai aktivitas.

Menurut dokter Ika, perbedaan tersebut bukan semata-mata ditentukan oleh usia kronologis, melainkan oleh kapasitas intrinsik dan kemampuan fungsional yang dimiliki masing-masing individu.

“Jadi bukan masalah umurnya. Umur boleh tua, mandiri tetap harus diupayakan,” ujarnya.

Dokter Ika mengatakan, salah satu parameter yang penting dikenali adalah frailty (renta). Makin renta seseorang makin tidak mandiri lansia tersebut.

Kabar baiknya, frailty bukanlah kondisi yang selalu tidak dapat dicegah. Dengan olahraga yang sesuai, asupan gizi yang baik, pengelolaan penyakit kronis, serta aktivitas sosial yang tetap aktif, risiko frailty dapat diperlambat bahkan dicegah sejak dini. (lia)

dr ika,berita lansia,menua bukan sendiri,lansia

ARTIKEL LAINNYA

Hampir 12 Persen dari Total Penduduk, 60 Tahun ke Atas

Hari Populasi Sedunia: Indonesia yang Kian Menua

Mahathir Mohamad Sudah 101 Tahun lho

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026