Mahathir Mohamad Sudah 101 Tahun lho


Di tengah jadwalnya yang padat selama puluhan tahun, Mahathir selalu berusaha menjaga ritme sirkadian tubuhnya.

2026-07-10T14:27

GERIATRI.CO.ID - Salah satu figur Malaysia paling top, yang juga mantan perdana menterinya, Dr. Mahathir Mohamad, hari ini, Jumat 10 Juli 2026, resmi melewati angka "keramat" dan telah menginjakkan 101 tahun dalam hidupnya.

Bagaimanapun, sosok Mahathir bukan sekadar tokoh politik, melainkan sebuah "laboratorium hidup" tentang bagaimana cara menua dengan sukses (successful aging). Apa sebenarnya rahasia di balik kebugaran sang maestro politik ini?

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai kebiasaan hidup Tun Mahathir yang bisa kita teladani untuk investasi masa tua yang sehat.

"Stop Saat Merasa Enak"

Salah satu nasihat Mahathir yang paling terkenal mengenai kesehatan adalah aturan makannya. Sebagai seorang dokter medis sebelum terjun ke dunia politik, ia sangat disiplin dalam hal porsi.

Mahathir selalu menyarankan untuk berhenti makan sebelum kenyang. Ketika makanan terasa sangat lezat, di situlah ujian terbesarnya. Menurutnya, kebanyakan orang cenderung makan berlebihan saat hidangannya enak. Dengan disiplin membatasi porsi, ia berhasil menjaga berat badannya tetap stabil selama puluhan tahun, yang secara otomatis meringankan kerja jantung dan sendi-sendinya.

Otak yang Terus "Dipaksa" Bekerja

Banyak lansia mengalami penurunan kognitif atau pikun karena mereka memutuskan untuk benar-benar berhenti berpikir aktif setelah pensiun. Mahathir mengambil jalan yang berbeda.

Ia selalu menekankan bahwa otak sama seperti otot: jika tidak digunakan, ia akan menyusut. Di usia 101 tahun, Mahathir tetap aktif membaca buku, menulis artikel, berdiskusi, dan memikirkan solusi untuk berbagai masalah. Aktivitas mental yang intens ini menjaga sinapsis di otaknya tetap terhubung dengan baik, menjauhkannya dari gejala demensia.

Otot yang Terus Bergerak

Selain otak, Mahathir juga memperlakukan fisiknya dengan prinsip yang sama. Ia tidak percaya pada konsep "istirahat total" bagi lansia, kecuali jika sedang sakit parah.

Mahathir masih rajin berjalan kaki, naik-turun tangga jika memungkinkan, dan tetap tegak saat berdiri. Menurutnya, jika seorang lansia hanya duduk atau berbaring sepanjang hari, otot-otot mereka akan melemah dengan cepat (sarkopenia), dan begitu otot melemah, kemampuan tubuh untuk menopang diri akan hilang.

Kedisiplinan Tidur dan Ritme Hidup yang Teratur

Di tengah jadwalnya yang padat selama puluhan tahun, Mahathir selalu berusaha menjaga ritme sirkadian tubuhnya. Ia memiliki jam tidur yang teratur dan memastikan tubuhnya mendapatkan istirahat yang cukup untuk proses regenerasi sel. Tidur yang berkualitas adalah kunci bagi sistem imun tubuhnya untuk tetap kuat di usia senja, melindunginya dari berbagai infeksi musiman.

 

 

Menjaga Jantung Setelah "Peringatan Dini"

Sejarah medis mencatat bahwa Mahathir bukanlah orang yang bebas dari penyakit. Ia pernah menjalani operasi bypass jantung pada tahun 1989 dan 2007. Namun, alih-alih menyerah pada keadaan, "peringatan" dari tubuhnya ini justru membuatnya kian memperketat gaya hidup.

Ia mematuhi saran medis, menjaga asupan rendah lemak, mengontrol kolesterol, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Ini membuktikan bahwa memiliki riwayat penyakit kronis bukan halangan untuk mencapai usia 100 tahun, asalkan dikelola dengan manajemen medis yang tepat.

Kekuatan Tujuan Hidup

Secara psikologis, salah satu pendorong terbesar panjang umur Mahathir adalah sense of purpose atau tujuan hidup yang kuat. Beliau selalu merasa memiliki tanggung jawab terhadap negaranya dan masyarakat.

Perasaan dibutuhkan dan keinginan untuk terus berkontribusi memberikan dorongan dopamin dan semangat hidup yang luar biasa. Dalam dunia geriatri, lansia yang memiliki tujuan hidup yang jelas terbukti memiliki tingkat stres yang lebih rendah dan harapan hidup yang jauh lebih tinggi.

Tidak Merokok dan Bebas Alkohol

Sebagai penutup yang fundamental, Mahathir adalah seorang yang menerapkan hidup bersih sejak muda. Ia tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol. Kebiasaan ini melindunginya dari paparan radikal bebas dan toksin yang dapat merusak pembuluh darah serta organ dalam tubuh. Investasi hidup bersih yang dimulainya sejak usia muda inilah yang ia tuai hasilnya pada hari ini. (a2s)

inspirasi hidup,inspirator,berita lansia,serba serba lansia

ARTIKEL LAINNYA

Menyiapkan Generasi Mendatang Menuju Indonesia Emas 2045

Mengenal lebih Dekat dengan Osteoporosis

Lansia Terlihat Pendiam, Apakah Tanda Depresi?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026