
GERIATRI.CO.ID - Teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai memainkan peran baru dalam perawatan lansia yang tinggal di rumah. Di Amerika Serikat, sejumlah penyedia layanan home care telah memanfaatkan AI untuk membantu memantau aktivitas harian lanjut usia (lansia) dan mendeteksi perubahan kondisi yang mungkin memerlukan perhatian lebih lanjut.
Teknologi ini berkembang seiring meningkatnya kebutuhan agar lansia dapat tetap tinggal di rumah secara mandiri atau aging in place, sambil tetap mendapatkan pengawasan yang memadai. Konsep tersebut juga didukung oleh pendekatan healthy ageing yang dikembangkan World Health Organization.
Salah satu contoh penerapan AI adalah penggunaan sensor pintar di dalam rumah untuk mempelajari pola aktivitas lansia. Sistem dapat mengenali kebiasaan harian, seperti waktu bangun, penggunaan kamar mandi, aktivitas di dapur, hingga lama seseorang tidak bergerak. Jika terjadi perubahan yang tidak biasa, misalnya lansia tidak melakukan rutinitas yang biasanya dilakukan, sistem dapat mengirimkan peringatan kepada keluarga atau penyedia layanan home care. Laporan Wired tahun 2026 menggambarkan bagaimana teknologi semacam ini mulai digunakan untuk membantu keluarga memantau orang tua yang tinggal sendiri.
Selain pemantauan aktivitas, AI juga mulai digunakan untuk membantu mendeteksi risiko kesehatan lebih dini. Berbagai penelitian tentang sistem deteksi jatuh pada lansia menunjukkan bahwa kombinasi sensor, perangkat wearable, dan analisis AI dapat membantu mengenali kejadian jatuh atau penurunan aktivitas fisik lebih cepat dibanding pengamatan biasa. Temuan ini dilaporkan dalam jurnal Sensors dan Ageing Research Reviews yang meneliti teknologi pemantauan lansia berbasis AI.
Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa AI bukan pengganti caregiver atau tenaga kesehatan. Teknologi berfungsi sebagai alat pendukung untuk memberikan informasi dan peringatan secara cepat, sementara perawatan langsung, komunikasi, dan dukungan emosional tetap memerlukan peran manusia. Karena itu, banyak layanan home care menggunakan AI untuk memperkuat pemantauan, bukan menggantikan pendampingan.
Penggunaan AI dalam perawatan lansia juga menghadapi tantangan, terutama terkait perlindungan data pribadi dan kesiapan pengguna terhadap teknologi digital. Informasi kesehatan dan aktivitas lansia termasuk data sensitif sehingga membutuhkan sistem keamanan yang baik serta edukasi bagi keluarga dan pengguna.
Secara keseluruhan, berbagai sumber menunjukkan bahwa AI mulai menjadi bagian dari layanan perawatan lansia di rumah. Dengan dukungan sensor pintar, perangkat kesehatan digital, dan sistem peringatan dini, teknologi ini berpotensi membantu lansia hidup lebih aman dan mandiri, sekaligus membantu keluarga memantau kondisi mereka dari jarak jauh. (lia)
(Foto: Ilustrasi AI masuk dalam perawatan lansia)
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri