Radio vs Gadget: Mana yang Lebih Disukai Lansia?


Suara penyiar yang konsisten, program yang mengalir tanpa harus dipilih, serta musik yang seringkali membawa nostalgia menjadi daya tarik tersendiri.

2026-07-03T12:40

GERIATRI.CO.ID - Di tengah derasnya perkembangan teknologi, kita sering mengira bahwa semua orang—tanpa terkecuali—sudah beralih ke gadget seperti smartphone atau tablet. Namun, jika kita melihat lebih dekat kehidupan lansia, jawabannya tidak selalu sesederhana itu. Banyak dari mereka ternyata masih setia dengan radio, media lama yang tetap memiliki tempat khusus di hati.

Bagi sebagian lansia, radio bukan sekadar alat hiburan. Ia adalah bagian dari perjalanan hidup. Sejak muda, radio sudah menemani berbagai aktivitas—dari bekerja di rumah, berkebun, hingga bersantai di sore hari. Tidak heran jika hingga kini, suara penyiar dan alunan lagu dari radio masih terasa hangat dan familiar.

Di sisi lain, gadget menawarkan banyak hal yang lebih modern: akses ke video, media sosial, hingga siaran radio secara streaming. Namun, di balik kecanggihannya, gadget juga membawa tantangan tersendiri bagi lansia. Layar yang kecil, fitur yang kompleks, serta kebutuhan untuk memahami aplikasi sering kali menjadi hambatan. Bagi mereka yang tidak terbiasa, menggunakan smartphone bisa terasa melelahkan, bahkan membingungkan.

Berbeda dengan radio yang sederhana. Cukup menekan tombol atau memutar kenop, suara langsung terdengar. Tidak perlu belajar banyak, tidak perlu membaca teks kecil, dan tidak perlu khawatir salah menekan. Inilah yang membuat radio tetap unggul dalam hal kemudahan.

Selain itu, radio memiliki keunikan yang sulit digantikan. Suara penyiar yang konsisten, program yang mengalir tanpa harus dipilih, serta musik yang seringkali membawa nostalgia menjadi daya tarik tersendiri. Bagi lansia, mendengarkan lagu-lagu lama dari radio bisa membangkitkan kenangan indah, memperbaiki suasana hati, dan bahkan memberikan efek menenangkan.

Namun, bukan berarti gadget tidak punya tempat. Saat ini, semakin banyak lansia yang mulai beradaptasi. Ada yang menikmati menonton video di YouTube, berkomunikasi dengan keluarga lewat aplikasi pesan, atau bahkan mendengarkan radio melalui internet. Dengan pendampingan yang tepat, gadget bisa menjadi jembatan untuk tetap terhubung dengan dunia luar.

Pada akhirnya, pilihan antara radio dan gadget bukan soal mana yang lebih baik, melainkan mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan lansia itu sendiri. Ada yang tetap setia pada radio karena kesederhanaannya, ada pula yang mulai menikmati teknologi baru dengan penuh semangat.

Yang terpenting, apa pun medianya, tujuan utamanya tetap sama: menemani, menghibur, dan membuat lansia merasa tidak sendirian. Karena bagi mereka, yang paling berarti bukanlah alatnya, melainkan perasaan hangat yang hadir di setiap suara yang didengar. (a2s)

radio vs gadget,radio,berita lansia,komunikasi lansia

ARTIKEL LAINNYA

Cekcok Sampai Bawa Sajam, Kenapa Bisa Terjadi pada Lansia?

Humor dan Kehangatan: “Obat” Sederhana dalam Merawat Lansia

Mengapa Lansia Sering Mengulang Cerita yang Sama?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026