
Oleh dr. Fatihah Fikriah
GERIATRI.CO.ID - American Heart Association (AHA) merekomendasikan agar semua orang dewasa sejak usia 20 tahun sudah mulai memeriksakan kolesterol. Frekuensinya adalah setiap 4–6 tahun sekali jika kadar kolesterol normal dan tidak ada faktor risiko lain.
Pemeriksaan lebih sering diperlukan jika Anda:
Bagaimana Cara Menurunkan Kolesterol?
Kabar baiknya: kolesterol tinggi sangat bisa dikendalikan. Penanganannya dimulai dari perubahan gaya hidup, dan jika diperlukan, dilanjutkan dengan terapi obat.
1. Perubahan Pola Makan
Ini adalah langkah pertama dan paling fundamental. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola makan yang konsisten saja dapat menurunkan kadar LDL hingga 15–30% tanpa obat-obatan.
Makanan yang sebaiknya dibatasi atau dihindari:
Makanan yang dianjurkan untuk menurunkan kolesterol:
2. Olahraga Rutin
Aktivitas fisik adalah “obat” alami yang sangat efektif untuk kolesterol. Rekomendasi dari para ahli kesehatan adalah minimal 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu — setara dengan sekitar 30 menit berjalan cepat, bersepeda, berenang, atau joging, sebanyak 5 kali seminggu.
3. Berhenti Merokok
Dalam waktu tiga bulan setelah berhenti merokok, sirkulasi darah dan fungsi paru-paru mulai membaik. Dalam satu tahun, risiko penyakit jantung koroner turun secara signifikan.
4. Jaga Berat Badan Ideal
Penurunan berat badan, bahkan hanya 5–10% dari berat badan awal, sudah terbukti berdampak positif pada profil lipid — menurunkan LDL dan trigliserida, sekaligus meningkatkan HDL.
5. Kelola Stres
Stres kronis yang tidak dikelola dapat meningkatkan kolesterol melalui jalur hormonal. Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, pernapasan dalam, atau sekadar meluangkan waktu untuk hobi yang menyenangkan, secara nyata berdampak pada kesehatan kardiovaskular.
Kapan Perlu Obat-obatan?
Perubahan gaya hidup adalah fondasi utama, namun terkadang tidak cukup — terutama jika faktor genetik berperan kuat. Dokter biasanya akan mempertimbangkan terapi obat jika:
Jenis-jenis obat kolesterol yang umum digunakan di bawah pengawasan dokter:
Pada akhirnya, kolesterol bukanlah musuh yang harus ditakuti, melainkan kondisi yang perlu dipahami dan dikelola dengan bijak. Dengan pola makan seimbang, aktivitas fisik yang rutin, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala, kadar kolesterol dapat tetap terkontrol dan tidak mengganggu kualitas hidup.
Yang terpenting, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten jauh lebih berarti dibanding langkah besar yang hanya sesaat. Karena menjaga kolesterol sejatinya adalah bagian dari menjaga kesehatan jangka panjang—agar tetap aktif, mandiri, dan menikmati hidup dengan lebih baik.
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri