
GERIATRI.CO.ID - Mata merupakan salah satu indera yang paling penting. Nah, mungkin banyak yang tak menyadari bahwa air mata sangat berperan penting juga. Ya, air mata bertugas membasuh debu dan partikel yang masuk ke mata dan membuat mata tetap lembab.
Namun, dalam beberapa kasus, mata memproduksi air mata secara berlebih, sehingga seseorang tampak selalu berlinang air mata. Apa penyebabnya?
Penyebab mata berair di antaranya karena infeksi, iritasi, atau alergi. Penyebab lain yang umum adalah karena mata kering. Tubuh merespons mata kering dengan memproduksi lebih banyak air mata. Awalnya mata kering, kemudian muncul air mata sehingga mata tampak berkaca-kaca.
Nah, pada lansia ada yang disebut dengan sindrom mata kering. Kenapa bisa terjadi? Berikut di antaranya:
Kelenjar meibomian di mata yang normal mengeluarkan bahan berminyak yang menyebabkan air mata menetes. Ketika hal itu tidak berfungsi secara normal maka air mata ekstra diproduksi. Biasanya keluar zat berminyak yang memperlambat penguapan air mata saat mengedip.
Ketika kelenjar-kelenjar ini tidak berfungsi dengan benar, yang dikenal sebagai disfungsi kelenjar Meibom (MGD), itu dapat menyebabkan bercak-bercak kering di mata. Ini bisa menimbulkan sakit, dan secara refleks diproduksi air mata ekstra. Ini kemungkinan besar penyebab mata berair.
Ketika kelopak mata bawah mengendur, mungkin sulit bagi air mata bergerak menuju saluran pembuangan yang tepat. Kondisi ini, yang disebut ectropion, dapat diatasi melalui operasi kecil. Jika kelopak mata bawah bergulung ke dalam, masalah yang sama dapat terjadi. Itu juga dapat diatasi melalui operasi.
Peradangan atau infeksi pada tepi kelopak mata dapat menyumbat saluran drainase, menyebabkan mata sobek.
Saluran air mata bisa tersumbat atau menyempit. Operasi kecil dapat menyelesaikan ini.
Infeksi mata, seperti mata merah.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan:
Meski sering dianggap sepele, mata berair pada lansia sebetulnya tidak boleh diabaikan begitu saja karena bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pelindung mata. Karena itu, penting bagi lansia dan keluarganya untuk mengenali penyebabnya sejak dini serta melakukan langkah sederhana seperti menjaga kebersihan mata, melindungi dari paparan luar, dan menggunakan tetes mata bila diperlukan, agar kesehatan mata tetap terjaga dan kualitas hidup tidak terganggu.
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri