Tetap Bergerak di Hari Kurban, Sehat Jalan Terus


Soalnya, perilaku hanya duduk-duduk dan kurang aktivitas fisik bisa memicu efek terhadap kesehatan lho, terlebih mental, sel kanker, ginjal.

2026-05-27T10:02

Geriatri – Hari Raya Idul Adha mestinya jadi momen untuk lansia kembali bergerak. Bukan apa-apa lho, kurang bergerak justru bisa menimbulkan risiko penyakit.

Dengan maraknya penyembelihan hewan-hewan kurban, setidaknya para lansia bisa ikut bersenang-senang misalnya dengan menonton acara tersebut secara langsung bersama-sama. Dengan catatan, jangan keasyikan dan sampai lupa waktu sehingga kesehatan pun diabaikan.

Baca juga
Perhatikan saat Mendampingi Orangtua Ber-Idul Adha

Soalnya, perilaku hanya duduk-duduk dan kurang aktivitas fisik bisa memicu efek terhadap kesehatan lho, terlebih mental, sel kanker, ginjal.

Perlu kita tahu, secara global, populasi orang lansia telah meningkat secara substansial, dan diperkirakan mencapai sekitar 22% dari populasi dunia pada tahun 2050.

Adapun risiko penyakit tidak menular dan kecacatan meningkat seiring bertambahnya usia, memberikan tantangan bagi sumber daya kesehatan dan perawatan sosial.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah membuat banyak rekomendasi untuk perubahan perilaku untuk mengurangi beban penyakit tidak menular dan kecacatan di kalangan orang tua.

Sudah dapat dipastikan bahwa aktivitas fisik memainkan peran penting dalam pencegahan penyakit-penyakit, yang sebagian besar memengaruhi lansia, seperti penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes tipe 2, jatuh tak disengaja, obesitas, sindrom metabolik, gangguan mental, dan penyakit muskuloskeletal.

Namun, dalam dekade terakhir, perilaku sedentary atau kurang beraktivitas fisik telah muncul sebagai faktor risiko baru untuk kesehatan. Di antaranya, hanya berbaring, nonton televisi, atau duduk dalam waktu lama.

Studi epidemiologis pada kelompok usia yang berbeda menunjukkan bahwa sejumlah besar jam bangun setiap indivisu dihabiskan dalam kegiatan kurang aktif. 

Waktu berdiam diri yang diukur secara obyektif lebih tinggi pada mereka yang berusia lebih dari 50 tahun dan 65 tahun. Selain itu, telah diteliti bahwa orang yang lebih tua dari 60 tahun menghabiskan sekitar 80% dari waktu terjaga mereka dalam aktivitas sedentary yang mewakili 8 hingga 12 jam per hari.

Jadi, yuk tetap bergerak ya.
 

bergerak,tetap bergerak,idul asha,lansia sehat

ARTIKEL LAINNYA

Selamat Idul Adha, Mari Saling Berbagi

Indonesia Semakin “Menua”, Keuangan Belum “Siap”

Makanan Kaya Kalsium yang Baik untuk Kesehatan Tulang

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026