Perhatikan saat Mendampingi Orangtua Ber-Idul Adha


Pastikan cuci tangan sebelum/setelah aktivitas, jangan terlalu dekat dengan limbah kurban, dan juga menjaga makanan tetap bersih dan matang.

2026-05-25T11:12

Geriatri - Ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendampingi orangtua ber-Idul Adha. Jangan sampai, saking asyiknya mengikuti yang sedang berkurban, mereka “mengorbankan” risiko yang rentan mereka punyai.

1. Kelelahan 

Idul Adha identik dengan ramai, panas, dan aktivitas panjang. Lansia lebih cepat lelah, pusing, bahkan bisa hampir pingsan. 

Yang perlu dilakukan, disediakan area duduk yang teduh & mudah dijangkau. Batasi durasi keterlibatan (tidak harus dari pagi sampai selesai), dan pastikan ada pendamping kalau ikut kegiatan ramai. 

2. Pola Makan dan Risiko Kesehatan

Masalahnya, daging kurban (terutama kambing/sapi berlemak) bisa memicu tekanan darah naik, atau kolesterol meningkat, atau juga gangguan pencernaan. 

Yang perlu dilakukan adalah memilih bagian daging rendah lemak, lalu mengolahnya dengan cara merebus atau menjadikannya sup. Juga porsinya kecil tapi cukup, dan perbanyak air putih dan sayur. 

3. Penyakit Kronis yang Mudah Kambuh

Karena lansia sering punya kondisi seperti, misalnya, hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung, maka perlu diatur perubahan pola makan dan aktivitas. Misalnya adalah jangan melewatkan obat rutin. Juga memonitor tekanan darah atau gula darah, serta menghindari “balas dendam makan enak” 

4. Risiko Cedera dan Keamanan    

Area kurban sering basah atau licin dan juga padat oleh orang. Agar lansia tidak berisiko jatuh, sebaiknya memastikan jalur tidak licin dan ada pegangan. Gunakan alas kaki yang aman serta hindari area penyembelihan langsung jika tidak perlu. 

5. Kesehatan Emosional (Sering Terabaikan)

Tidak semua lansia punya keluarga lengkap, dan bisa jadi tiba-tiba muncul perasaan “sedih karena kehilangan pasangan”. Untuk membantu mengatasi perasaan “sepi” dan “tidak lagi dibutuhkan”, sebaiknya kita mengajak ngobrol, libatkan dalam keputusan kecil. Kunjungan singkat pun akan sangat berarti.  

6. Kebersihan & Daya Tahan Tubuh

Pastikan cuci tangan sebelum/setelah aktivitas, jangan terlalu dekat dengan limbah kurban, dan juga menjaga makanan tetap bersih & matang. Hal-hal seperti ini cukup relevan jika dikaitkan dengan lansia yang lebih rentan terimbas infeksi, dan juga area kurban yang kadang kurang higienis.

Jadi, hal-hal yang sering dianggap “kecil”, justru penting untuk diketahui agar keamanan untuk orangtua tercinta.
 

idul adha 2026,idul adha,idul adha dan lansia,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Memahami Hipertensi (9): Diet Terbaik yang Membumi dan Mudah Dipahami

AI Lebih ‘Laris' di Kalangan Perempuan Lansia di Jepang

HLUN 2026: Momentum Mewujudkan Indonesia Ramah Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026