
Geriatri - Menjalankan ibadah haji membutuhkan kondisi tubuh yang prima. Aktivitas padat, cuaca panas di Tanah Suci, hingga jadwal ibadah yang panjang membuat jamaah perlu menjaga asupan nutrisi sehari-hari.
Salah satu makanan yang banyak dianjurkan dan mudah ditemukan selama musim haji adalah kurma. Menurut salah satu penelitian di Arab Saudi, yang dikutip dari situs Kementerian Kesehatan, kurma memiliki kandungan gizi dan memiliki peran utama dalam nutrisi dan kesehatan manusia.
Kurma antara lain kaya akan gula (71,2-81,4% berat kering), mengandung protein dan lipid yang rendah, mengandung mineral yang dominan (kalium), dan gula utama (glukosa dan fruktosa).
Selama menjalankan rangkaian ibadah haji, jamaah sering berjalan jauh dan beraktivitas sejak dini hari hingga malam. Kandungan glukosa dan fruktosa alami yang dimiliki kurma dapat membantu mengembalikan energi tubuh dengan cepat.
Selain itu, beberapa manfaat lain dalam mengonsumsi kurma di antaranya:
1. Mencegah penyakit kanker. Kurma mengandung sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang berhubungan dengan pencegahan penyakit kanker.
2. Kurma melindungi kesehatan jantung. Kurma mengandung kalium tinggi, yang merupakan elektrolit yang dibutuhkan tubuh untuk kesehatan jantung. Kalium juga membantu membangun otot dan protein dalam tubuh.
3. Melancarkan sistem pencernaan. Serat dalam kurma dapat mencegah konstipasi dan membuat gerakan usus besar lebih teratur, khususnya dalam membentuk feses.
4. Membuat tulang menjadi lebih kuat. Magnesium dalam kurma berperan dalam pembentukan tulang. Kekurangan magnesium bisa meningkatkan risiko osteoporosis. Zat besi dari kurma membantu memasok simpanan sumsum tulang yang sehat.
Ayo, Jemaah haji Indonesia. Mumpung lagi di Arab, silakan cobain kurma ya.
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri