Memahami Hipertensi (5): Panduan Singkat dan Cara Menghadapinya


Tidak perlu menunggu gejala muncul. Pemeriksaan bisa dilakukan di rumah atau fasilitas kesehatan terdekat. Lebih cepat diketahui, lebih mudah ditangani.

2026-05-15T07:12

Oleh dr. Fatihah Fikriyah

Geriatri - Memasuki usia lanjut adalah fase penuh pengalaman. Namun, tubuh membutuhkan perhatian lebih. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Meski begitu, kondisi ini bukan penghalang untuk tetap menikmati masa tua dengan bahagia, asalkan dikelola dengan baik.

Mengapa Hipertensi Semakin Umum pada Lansia?

Proses penuaan alami menyebabkan beberapa perubahan dalam tubuh yang berjalan seiring bertambahnya usia, antara lain:

1. Pembuluh Darah Mengalami Kekakuan 

Seiring waktu, dinding pembuluh darah menjadi kurang elastis, sehingga jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. Hal ini menyebabkan tekanan darah cenderung meningkat.

2. Fungsi Ginjal Menurun

Ginjal yang sehat membantu menjaga keseimbangan cairan dan tekanan darah. Pada usia lanjut, fungsinya menurun, sehingga tubuh lebih mudah mengalami kenaikan tekanan darah.

3. Sistem Regulasi Tekanan Darah Melemah

Sistem saraf dan hormonal yang mengatur stabilitas tekanan darah sudah tidak seoptimal saat muda. Sebagai akibatnya, tekanan darah menjadi lebih sensitif terhadap stres, makanan, atau aktivitas.

Seberapa Besar Kejadiannya?

Berbagai survei menunjukkan lebih dari 50% lansia mengalami hipertensi. Di Indonesia, jumlahnya juga terus meningkat karena semakin banyak orang yang hidup hingga usia lanjut, sehingga penting untuk rutin memantau tekanan darah.

Berikut perkiraan prevalensi sederhana hipertensi menurut kelompok usia:

• 40–49 tahun → sekitar 25%
• 50–59 tahun → sekitar 35%
• 60–69 tahun → sekitar 55%
• 70+ tahun → sekitar 65%

Gejala Hipertensi

Hipertensi dikenal sebagai "silent killer", karena sering tidak menunjukkan gejala. Namun, beberapa keluhan berikut kadang dirasakan:

• Pusing atau kepala berat
• Pandangan kabur
• Mudah lelah
• Rasa berdebar
• Nyeri tengkuk atau tegang
• Gangguan tidur

Sayangnya, banyak lansia menganggap ini sebagai bagian normal dari proses menua. Karena itu, pemeriksaan rutin sangat penting agar hipertensi tidak sampai berujung pada komplikasi di organ lainnya.

Risiko dan Dampak pada Lansia

Hipertensi yang tidak terkendali dapat memicu kerusakan pada organ-organ penting, seperti:

• Stroke
• Gagal jantung dan serangan jantung
• Penurunan fungsi ginjal
• Gangguan penglihatan
• Penurunan daya ingat dan fungsi otak (demensia vaskular)

Namun kabar baiknya, risiko ini dapat ditekan secara signifikan dengan deteksi dini dan pengelolaan yang baik.

Bagaimana Mengelola Hipertensi di Usia Senja?

1. Pemeriksaan Tekanan Darah Secara Rutin

Tidak perlu menunggu gejala muncul. Pemeriksaan bisa dilakukan di rumah atau fasilitas kesehatan terdekat. Lebih cepat diketahui, lebih mudah ditangani.

2. Pola Hidup Sehat yang Bersahabat bagi Lansia

Perubahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat membawa perubahan besar. Bisa dimulai dengan beberapa hal di bawah ini:

• Mengurangi konsumsi garam
• Menguragi konsumsi makanan gorengan dan tinggi gula
• Makan lebih banyak sayur dan buah
• Beraktivitas fisik dengan aktif, misal rutin berjalan kaki 30 menit sehari
• Cukup tidur dan belajar mengelola stres
• Menghindari rokok

3. Konsumsi Obat Teratur 

Bagi kebanyakan lansia, obat antihipertensi menjadi bagian dari terapi jangka panjang. Minum obat bukan tanda ketergantungan, tetapi tanda merawat tubuh dengan penuh perhatian.

4. Kontrol Teratur untuk Cegah Komplikasi

Sebaiknya lakukan pemeriksaan berkala yang membantu memantau:

• Kondisi ginjal
• Kesehatan jantung
• Pembuluh darah otak
• Kesehatan mata

Dengan begitu, komplikasi dapat dicegah sedini mungkin sebelum terjadi kerusakan.

Menjalani Usia Senja dengan Sehat dan Bahagia

Hipertensi bukan akhir dari kebebasan hidup. Banyak lansia tetap aktif, mandiri, bugar, dan menikmati kesehariannya dengan bahagia selama tekanan darah dijaga dengan baik. Edukasi, perhatian keluarga, kontrol berkala, dan menjalani pola hidup sehat adalah pondasi penting untuk menjalani hari tua yang bermakna.


=====

Daftar Pustaka

1. World Health Organization. Hypertension: Key Facts. WHO Publications.
2. Ministry of Health, Indonesia. Laporan Hasil Riskesdas. Kemenkes RI.
3. Whelton PK, et al. 2018. Hypertension in the Elderly. Journal of Clinical Hypertension.
4. National Institute on Aging. Aging and Changes in Blood Vessels. NIA Publications.
5. American Heart Association. Understanding Blood Pressure Readings.

hipertensi,tekanan darah tinggi,gangguan pada lansia,merawat lansia,lansia sehat

ARTIKEL LAINNYA

Rutin Masak di Rumah Bisa Turunkan Risiko Demensia

Kehidupan Lansia yang Menginspirasi Lewat 5 Drama Cina

Tetap Aktif, Tetap Sehat: Kunci Menjaga Jantung di Usia Lanjut

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026