Pijat Kurangi Nyeri Akibat Reumatik pada Lansia


Berita Lansia - Sebuah studi di Indonesia menyatakan bahwa pijatan berpengaruh terhadap intensitas nyeri akibat reumatik.

2020-02-26 15:06:22

Geriatri.id - Reumatik kerap diidentikkan dengan “penyakit tua” karena lazimnya terjadi pada orang lanjut usia. Sebuah studi di Indonesia menyatakan bahwa pijatan berpengaruh terhadap intensitas nyeri akibat reumatik.

Studi dilakukan terhadap 10 lansia di desa  Kertapati Puskesmas Dusun Curup Bengkulu Utara. Tim peneliti dari Program Studi Ilmu Keperawatan, Stikes Bhakti Husada Bengkulu rata-rata nilai nyeri reumatik sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pijat.

"Terjadi penurunan skala nyeri pada lansia reumatik setelah dilakukan pijat. Hal ini berarti pijat merupakan salah satu terapi yang dapat diberikan kepada lansia untuk mengurangi rasa nyeri yang dialami lansia,” tulis peneliti Feny Marlena dan Rita Juniarti jurnal ilmiah Keperawatan Muhammadiyah Bengkulu, bertajuk Pengaruh Pijat Terhadap Perubahan Intensitas Nyeri Reumatik pada Lansia.

Reumatik adalah penyakit inflamasi non-bakterial yang bersifat sistemik, progesif, cenderung kronik dan mengenai sendi serta jaringan ikat  sendi secara simetris. Lansia berisiko mengalami reumatik karena penurunan fungsi tubuh seiring usia.

Reumatik menyerang  anggota tubuh yang  bergerak yaitu bagian tubuh yang   berhubungan antara yang satu dengan yang lain dengan perantaraan persendian, sehingga menimbulkan rasa nyeri.

Semua jenis reumatik menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu terutama pada hambatan dalam bekerja maupun melaksanakan kegiatan sehari-hari sehingga dapat menimbulkan gangguan psikososial seperti kecemasan   pada penderita dan keluarga.

Berdasarkan penelitian Zeng QY (2008), prevalensi nyeri   reumatik di Indonesia mencapai 23,6% hingga 31,3%. Angka itu menunjukkan bahwa rasa nyeri akibat reumatik sudah cukup mengganggu aktivitas  masyarakat Indonesia.

American collage Rheumatology mengemukakan bahwa penanganan untuk nyeri rematik dapat meliputi terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Teknik nonfarmakologi   yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri pada penderita rematik diantaranya yaitu  dengan pijat, kompres panas atau dingin, stimulasi elektrik saraf kulit transkutan, teknik relaksasi dan istirahat. 


Tindakan nonfarmakologi juga dapat dikerjakan di rumah  dan caranya sederhana. Selain itu tindakan nonfarmakologi  juga dapat digunakan sebagai pertolongan pertama ketika nyeri menyerang.

Hasil penelitian Feny dan Rita itu kian menguatkan pengaruh pijat dalam mengurangi nyeri akibat reumatik. Efektivitas pijat terhadap skala nyeri tersebut disebabkan oleh pengaruh distraksi dan meningkatnya hormon endorphin pada lansia.

Meningkatnya hormon endorphin terjadi karena relaksasi ketika dipijat sehingga mampu memberikan efek kenyamanan pada lansia

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan asuhan keperarawatan optimal terutama intervensi pijat kepada  lansia yang menderita reumatik. “Serta serta dapat mensosialisasikan keterampilan pijat kepada para lansia, sehingga mereka dapat secara mandiri melakukan pijat bila ada serangan nyeri tanpa harus membutuhkan bantuan tenaga kesehatan maupun keluarga.” (ymr)

Foto ilustrasi pixabay

lansia,geriatri,reumatik

ARTIKEL LAINNYA

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Usia Senja

Memahami Hipertensi (6): Kapan Perlu Pemeriksaan Lebih Lanjut?

Persiapan Menuju Masa Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026