
Geriatri.id - Reumatik kerap diidentikkan dengan “penyakit tua” karena lazimnya terjadi pada orang lanjut usia. Sebuah studi di Indonesia menyatakan bahwa pijatan berpengaruh terhadap intensitas nyeri akibat reumatik.
Studi dilakukan terhadap 10 lansia di desa Kertapati Puskesmas Dusun Curup Bengkulu Utara. Tim peneliti dari Program Studi Ilmu Keperawatan, Stikes Bhakti Husada Bengkulu rata-rata nilai nyeri reumatik sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pijat.
"Terjadi penurunan skala nyeri pada lansia reumatik setelah dilakukan pijat. Hal ini berarti pijat merupakan salah satu terapi yang dapat diberikan kepada lansia untuk mengurangi rasa nyeri yang dialami lansia,” tulis peneliti Feny Marlena dan Rita Juniarti jurnal ilmiah Keperawatan Muhammadiyah Bengkulu, bertajuk Pengaruh Pijat Terhadap Perubahan Intensitas Nyeri Reumatik pada Lansia.
Reumatik adalah penyakit inflamasi non-bakterial yang bersifat sistemik, progesif, cenderung kronik dan mengenai sendi serta jaringan ikat sendi secara simetris. Lansia berisiko mengalami reumatik karena penurunan fungsi tubuh seiring usia.
Reumatik menyerang anggota tubuh yang bergerak yaitu bagian tubuh yang berhubungan antara yang satu dengan yang lain dengan perantaraan persendian, sehingga menimbulkan rasa nyeri.
Semua jenis reumatik menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu terutama pada hambatan dalam bekerja maupun melaksanakan kegiatan sehari-hari sehingga dapat menimbulkan gangguan psikososial seperti kecemasan pada penderita dan keluarga.
Berdasarkan penelitian Zeng QY (2008), prevalensi nyeri reumatik di Indonesia mencapai 23,6% hingga 31,3%. Angka itu menunjukkan bahwa rasa nyeri akibat reumatik sudah cukup mengganggu aktivitas masyarakat Indonesia.
American collage Rheumatology mengemukakan bahwa penanganan untuk nyeri rematik dapat meliputi terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Teknik nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri pada penderita rematik diantaranya yaitu dengan pijat, kompres panas atau dingin, stimulasi elektrik saraf kulit transkutan, teknik relaksasi dan istirahat.
Tindakan nonfarmakologi juga dapat dikerjakan di rumah dan caranya sederhana. Selain itu tindakan nonfarmakologi juga dapat digunakan sebagai pertolongan pertama ketika nyeri menyerang.
Hasil penelitian Feny dan Rita itu kian menguatkan pengaruh pijat dalam mengurangi nyeri akibat reumatik. Efektivitas pijat terhadap skala nyeri tersebut disebabkan oleh pengaruh distraksi dan meningkatnya hormon endorphin pada lansia.
Meningkatnya hormon endorphin terjadi karena relaksasi ketika dipijat sehingga mampu memberikan efek kenyamanan pada lansia
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan asuhan keperarawatan optimal terutama intervensi pijat kepada lansia yang menderita reumatik. “Serta serta dapat mensosialisasikan keterampilan pijat kepada para lansia, sehingga mereka dapat secara mandiri melakukan pijat bila ada serangan nyeri tanpa harus membutuhkan bantuan tenaga kesehatan maupun keluarga.” (ymr)
Foto ilustrasi pixabay
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri