
Geriatri - Dalam peran sebagai caregiver, ada satu kondisi yang sering terjadi: usaha yang dilakukan setiap hari jarang terlihat, tetapi kesalahan kecil justru langsung menjadi sorotan.
Caregiver menjalankan banyak tugas secara rutin—merawat, menemani, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi—yang semuanya berlangsung terus-menerus. Namun, karena hal-hal tersebut dianggap sebagai “kewajiban”, sering kali tidak mendapat perhatian atau apresiasi.
Sebaliknya, ketika terjadi kekeliruan, sekecil apa pun, perhatian langsung tertuju pada hal tersebut. Kesalahan menjadi lebih menonjol dibandingkan seluruh upaya yang telah dilakukan sebelumnya.
Misalnya, caregiver-lah yang dicatat melakukan kesalahan hanya karena terlambat memberi obat selama 10 menit. Atau, pasien jatuh, padahal sudah dijagain terus. Atau, nada suara yang agak tinggi karena capek.
Situasi ini muncul karena lingkungan cenderung menilai berdasarkan hasil sesaat, bukan proses panjang yang dijalani caregiver. Akibatnya, kontribusi yang konsisten menjadi tidak terlihat, sementara kekurangan menjadi fokus utama.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi kondisi psikologis caregiver—menurunkan kepercayaan diri, menimbulkan tekanan emosional, serta memicu kelelahan mental.
Pada akhirnya, yang perlu dipahami adalah bahwa peran caregiver bukanlah peran yang bebas dari kesalahan. Mereka adalah manusia yang bekerja dalam tekanan tinggi, dengan tanggung jawab besar. Oleh karena itu, yang dibutuhkan bukan hanya evaluasi saat terjadi kesalahan, tetapi juga pengakuan atas usaha yang dilakukan setiap hari.
=====
Sudah daftar pelatihan caregiver? Silakan klik di sini
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri