Kekerasan terhadap Lansia, Etik dan Isu Hukum Medis


Artikel Lansia - Hal yang memprihatinkan adalah abuser biasanya orang terdekat, seperti anak, anggota keluarga lain, dan pasangan hidup.

2020-02-24 07:57:10

Oleh: Prof. Dr. dr. Siti Setiati SpPD, KGer, M. Epid, FINASIM*

Geriatri.id - Kekerasan terhadap lansia (Elderly abuse atau mistreatment) adalah tindakan yang bertujuan untuk mencederai/ berisiko mencederai usia lanjut atau kegagalan caregiver untuk memenuhi kebutuhan dasar usia lanjut maupun melindungi usia lanjut dari cedera.

Hal tersebut mencakup kekerasan fisik, eksploitasi finansial, kekerasan seksual, emotional abuse, neglect, atau penelantaran usia lanjut.

Faktor risiko elderly abuse adalah usia lanjut yang tinggal sendiri, usia di atas 75 tahun, pendapatan rendah, gangguan kognitif, riwayat kekerasan dalam keluarga, dan ketergantungan usia lanjut kepada caregiver untuk masalah finansial dan tempat tinggal.

Hal yang memprihatinkan adalah abuser biasanya orang terdekat, seperti anak, anggota keluarga lain, dan pasangan hidup.Diperlukan dukungan, pelatihan, dan pelayanan khusus untuk mengidentifikasi dan mengurangi elderly abuse.

Untuk usia lanjut yang tidak dapat merawat diri sendiri, geriatrician dapat mengenali hal tersebut dan merekomendasikan pengawalan hukum untuk perawatan usia lanjut.

Geriatrician juga harus mengerti masalah etik karena orang usia lanjut seringkali tidak dapat membuat keputusan untuk diri sendiri terutama jika berada dalam kondisi demensia atau delirium.


Dalam situasi tersebut geriatrician membutuhkan pengacara atau wakil dari keluarga yang berwenang dalam membantumembuat keputusan.

Geriatrician harus dapat menilai apakah pasien memiliki tanggung jawab hukum dan kompeten untuk mengerti kondisi yang dihadapinya dan membuat keputusan. Informed consent harus selalu dilakukan dokter di setiap langkah pemeriksaan dan tindakan.

Harus disampaikan terlebih dahulu semua informasi yang dapat dipahami pasien dan keluarga, termasuk menyampaikan kondisi terburuk yang mungkin terjadi, seperti prognosis penyakit, kondisi penyembuhan pasca-pembedahan atau rencana home care bila pasien memasuki kondisi terminal.

*Disampaikan pada Upacara Pengukuhan Sebagai Guru Besar Tetap Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta 7 September 2013

Foto ilustrasi Pixabay

Baca artikel sebelumnya: 
Karakteristik Pasien Geriatri dan Sindrom Geriatri
Geriatric Medicine, Sejarah Terbentuknya Ilmu Geriatri, dan Gerontologi
Mengenal Konsep Baru Proses Menua

lansia,geriatri,prof ati

ARTIKEL LAINNYA

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

Singapura Putar Otak Wujudkan Negara Ramah Lansia

Mengapa Nafsu Makan Lansia Sering Menurun?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026