
Secara umum, pisang goreng boleh saja untuk lansia, tapi ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, terutama karena sebelumnya kamu sering bahas soal lansia dan pola makan.
Manfaat Pisang untuk Lansia
1. Sumber Energi. Pisang mengandung karbohidrat alami yang mudah dicerna, sehingga cocok untuk lansia yang butuh energi cepat.
2. Kaya Kalium. Kalium membantu menjaga tekanan darah dan mendukung fungsi otot dan jantung
3. Serat. Baik untuk pencernaan, membantu mencegah sembelit (yang sering dialami lansia).
Akan tetapi kenapa harus berhati-hati?
1. Digoreng = Lemak & Kalori Tinggi
Proses menggoreng meningkatkan: (a) lemak jenuh, (b) kalori, dan (c) risiko kolesterol naik
Jika lansia punya riwayat jantung, kolesterol tinggi, atau diabetes, sebaiknya dibatasi.
2. Bisa Terlalu Manis
Apalagi kalau (a) ditambah gula, (b) pakai topping cokelat, atau (c) pakai tepung tebal. Ini bisa menaikkan gula darah dengan cepat.
Lalu, sebaiknya bagaimana?
Kalau mau tetap makan pisang goreng:
• Gunakan sedikit minyak
• Pakai air fryer / panggang
• Tanpa topping manis berlebihan
• Jangan terlalu sering (misal 1–2 kali seminggu)
• Porsi kecil (1 buah saja)
Alternatif lebih sehat:
• Pisang rebus
• Pisang kukus
• Pisang matang langsung tanpa digoreng
Kesimpulan: Boleh, tapi tidak ideal jika terlalu sering. Untuk lansia sehat tanpa penyakit kronis, sesekali tidak masalah. Namun, untuk lansia dengan diabetes/jantung, sebaiknya pilih pisang tanpa digoreng.
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri