
Ada baiknya apabila caregiver mengenali terlebih dulu kondisi dasar lansia. Ini adalah pondasi utama peran caregiver. Tanpa mengenal kondisi dasar lansia, perawatan bisa keliru, sekalipun dengan niat baik.
Sebaiknya caregiver mengecek kondisi kesehatan lansia yang akan segera ditangani. Tujuannya adalah mencegah salah perlakuan dan keadaan darurat.
Caregiver perlu tahu dengan jelas penyakit yang dimiliki seperti hipertensi, diabetes, stroke, demensia, dan lain-lain. Obat rutin juga perlu diketahui, misalnya dosis, jam minum, dan sebagainya. Begitu pula dengan pantangan medis (makanan atau aktivitas yang perlu dijaga), sampai riwayat alergi.
Berikutnya adalah mengetahui kemampuan fisik yang bersangkutan. Hal ini tujuannya guna menentukan tingkat bantuan yang aman dan tepat.
Apakah lansia bisa berjalan sendiri atau perlu alat bantu? Mampukah makan, mandi, berpakaian sendiri? Juga perlu diperhatikan bagaimana risiko si lansia terjatuh atau lemah mendadak.
Kondisi kognitif dan emosi mestinya juga diperhatikan. Ini sering dilupakan, padahal krusial. Apakah lansia pelupa, bingung, atau demensia? Mudah tersinggung, cemas, atau murung? Butuh pendekatan lembut atau tegas-terstruktur? Salah pendekatan bisa bikin lansia menolak dirawat.
Yang juga butuh diperhatikan adalah kebiasaan dan nilai hidupnya, Mengenali hal-hal personal, seperti jam bangun & tidur, kebiasaan makan, ibadah & keyakinan, serta hal yang disukai & tidak disukai, akan membuat perawatan terasa manusiawi, bukannya mekanis.
Terakhir, cara berkomunikasi yang nyaman. Komunikasi yang tepat akan menjadikan kerja caregiver lebih ringan.
Tentu akan terasa lebih pas pada karakter lansia, lebih suka pelan atau langsung. Lebih tenang jika diajak bicara dulu atau bagaimana, dan sebagainya.
=====
Ikuti Pelatihan Caregiver 2026 di Jakarta di sini Bit.ly/DaftarKELASCG2026
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri