Nonton Bola Tengah Malam pada Lansia Boleh-Boleh Saja, Asalkan …


Ingat, pola tidur lansia biasanya lebih sensitif, dan begadang bisa memengaruhi tekanan darah, denyut jantung, gula darah, dan suasana hati.

2026-01-08T08:00

Nonton bola tengah malam untuk lansia boleh-boleh saja, asal ada aturan mainnya agar tidak mengganggu kesehatan. Ingat, pola tidur lansia biasanya lebih sensitif, dan begadang bisa memengaruhi tekanan darah, denyut jantung, gula darah, dan suasana hati.

Berikut panduan lengkapnya supaya aman:

1. Tidak setiap pertandingan boleh ditonton

Pilih pertandingan penting saja, misalnya final atau tim favorit. Kalau seminggu 3–4 kali begadang, tubuh lansia pasti kewalahan.

Aturan aman:  1–2 kali sebulan sudah cukup.

2. Batasi durasi

Lansia tidak wajib menonton full match. Pilihan alternatif misalnya tonton babak pertama saja (45 menit), atau bangun khusus untuk 15 menit terakhir, atau bahkan tonton rekaman / highlight besok pagi. Tujuannya: tidak mengacaukan ritme tidur terlalu lama.

3. Atur pencahayaan & posisi duduk

Nonton gelap-gelapan bisa membuat pusing, memperberat mata, atau memicu risiko jatuh kalau tiba-tiba berdiri.
 

Tips ideal di depan televisi misalnya  jangan nyalakan lampu redup, gunakan kursi dengan sandaran, dan juga jangan nonton sambil tiduran (risiko nyeri leher & micro-sleep).
 

4. Jangan sambil makan berat

Lansia sering lapar saat begadang. Tapi kalau makan mie instan jam 2 pagi → tekanan darah & gula bisa naik.

Aman untuk lansia antara lain pisang, roti gandum, kacang rebus, biskuit tawar, air hangat / teh tanpa gula.
 

Hindari: mie instan, gorengan, kopi larut malam, serta minuman manis

5. Jangan minum kopi tengah malam

Kafein kuat untuk lansia. Efek sampingnya antara lain jantung berdebar, insomnia 2–3 hari berikutnya, atau tekanan darah naik. Sebaiknya mengganti dengan teh chamomile, susu hangat, air putih.

6. Buat "ritual setelah nonton"

Selesai pertandingan, lansia jangan langsung tidur. Lakukan 10–15 menit untuk peregangan ringan. Jangan lupa minum air, tarik napas dalam, dan redupkan lampu sebelum tidur. Tujuannya: tubuh kembali ke mode istirahat, bukan masih tegang gara-gara gol menit 90+3.

7. Perhatikan kondisi medis

Lansia tidak dianjurkan begadang jika punya: hipertensi tidak terkontrol, aritmia, gagal jantung, diabetes yang mudah hipoglikemi, atau juga demensia (meningkatkan kebingungan malam hari). Dalam kasus ini, rekaman pertandingan jauh lebih aman.

8. Buat kegiatan nonton bola lebih “sosial”

Kalau nonton sendirian tengah malam → bisa makin kesepian. Akan lebih aman jika menonton sambil ditemani keluarga, caregiver, atau misalnya seraya dilakukan saat weekend agar ritme tidur bisa pulih
 

Nonton bola bersama justru meningkatkan kesenangan, bonding, dan kesehatan emosi.

Geriatri,Lansia Indonesia,Geriatri Sehat,Menua Bahagia,Piala Dunia 2026

ARTIKEL LAINNYA

Kebutuhan Gizi Terpenuhi, Insyaallah Sehat Terus

Sejak Menjelang Tua Harus Siapkan Diri

Cegah Demensia dengan Konsumsi Kacang-kacangan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026