
Nonton bola tengah malam untuk lansia boleh-boleh saja, asal ada aturan mainnya agar tidak mengganggu kesehatan. Ingat, pola tidur lansia biasanya lebih sensitif, dan begadang bisa memengaruhi tekanan darah, denyut jantung, gula darah, dan suasana hati.
Berikut panduan lengkapnya supaya aman:
1. Tidak setiap pertandingan boleh ditonton
Pilih pertandingan penting saja, misalnya final atau tim favorit. Kalau seminggu 3–4 kali begadang, tubuh lansia pasti kewalahan.
Aturan aman: 1–2 kali sebulan sudah cukup.
2. Batasi durasi
Lansia tidak wajib menonton full match. Pilihan alternatif misalnya tonton babak pertama saja (45 menit), atau bangun khusus untuk 15 menit terakhir, atau bahkan tonton rekaman / highlight besok pagi. Tujuannya: tidak mengacaukan ritme tidur terlalu lama.
3. Atur pencahayaan & posisi duduk
Nonton gelap-gelapan bisa membuat pusing, memperberat mata, atau memicu risiko jatuh kalau tiba-tiba berdiri.
Tips ideal di depan televisi misalnya jangan nyalakan lampu redup, gunakan kursi dengan sandaran, dan juga jangan nonton sambil tiduran (risiko nyeri leher & micro-sleep).
4. Jangan sambil makan berat
Lansia sering lapar saat begadang. Tapi kalau makan mie instan jam 2 pagi → tekanan darah & gula bisa naik.
Aman untuk lansia antara lain pisang, roti gandum, kacang rebus, biskuit tawar, air hangat / teh tanpa gula.
Hindari: mie instan, gorengan, kopi larut malam, serta minuman manis
5. Jangan minum kopi tengah malam
Kafein kuat untuk lansia. Efek sampingnya antara lain jantung berdebar, insomnia 2–3 hari berikutnya, atau tekanan darah naik. Sebaiknya mengganti dengan teh chamomile, susu hangat, air putih.
6. Buat "ritual setelah nonton"
Selesai pertandingan, lansia jangan langsung tidur. Lakukan 10–15 menit untuk peregangan ringan. Jangan lupa minum air, tarik napas dalam, dan redupkan lampu sebelum tidur. Tujuannya: tubuh kembali ke mode istirahat, bukan masih tegang gara-gara gol menit 90+3.
7. Perhatikan kondisi medis
Lansia tidak dianjurkan begadang jika punya: hipertensi tidak terkontrol, aritmia, gagal jantung, diabetes yang mudah hipoglikemi, atau juga demensia (meningkatkan kebingungan malam hari). Dalam kasus ini, rekaman pertandingan jauh lebih aman.
8. Buat kegiatan nonton bola lebih “sosial”
Kalau nonton sendirian tengah malam → bisa makin kesepian. Akan lebih aman jika menonton sambil ditemani keluarga, caregiver, atau misalnya seraya dilakukan saat weekend agar ritme tidur bisa pulih
Nonton bola bersama justru meningkatkan kesenangan, bonding, dan kesehatan emosi.
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri