
Geriatri.id - Kelompok lanjut usia (lansia) berisiko mengalami demensia seiring bertambahnya usia dan semakin menurunnya fungsi kognitif.
Sebuah studi menyebutkan bahwa konsumsi kacang-kacangan ketika usia pertengahan atau sebelum memasuki lansia akan mengurangi risiko demensia.
Penelitian mengenai kacang-kacangan itu dilakukan tim dari National University of Singapore terhadap 17.000 orang dalam kurun waktu tahun 1993 dan 2016. Penelitian ini dipulikasikan dalam jurnal Age and Ageing.
Dilansir laman Independent, peneliti menilai pola makan serta fungsi kognitif mereka. Hasil penelitian memperlihatkan konsumsi kacang-kacangan ketika berusia 40-an akan menurunkan risiko demensia pada usia di atas 60 tahun. Mereka yang makan kacang sekali seminggu memiliki risiko lebih kecil (19 persen) mengalami gangguan fungsi kognitif ketika lansia.
Demensia adalah penurunan fungsi daya ingat dan berpikir yang berlangsung kronik dan progresif sehingga menyebabkan gangguan fungsi aktivitas sehari-hari. Demensia dapat terjadi pada segala rentang usia, namun pada umumnya pada usia >60 tahun.
Demensia adalah kumpulan penyakit dengan gejala yang mengakibatkan perubahan cara bepikir dan berinteraksi dengan orang lain. Biasanya orang dengan demesia akan mengalami gangguan memori jangka pendek, pikiran, kemampuan berbicara dan kemampuan motorik.
Khasiat kacang-kacangan ini sebenarnya sudah menjadi bahan penelitian. Misalnya, kacang kenari yang dapat membantu memperlambat penurunan kognitif pada lansia. Khasiat kacang kenari itu dijelaskan dalam The Walnut and Healthy Aging Study yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition.
Studi ini memeriksa hampir 640 lansia yang masih hidup di Loma Linda, California, AS, dan di Barcelona, Catalonia, Spanyol. Selama dua tahun, kelompok uji memasukkan kenari ke dalam makanan sehari-hari mereka, dan kelompok kontrol abstain dari kenari.
Hasil studi menemukan bahwa dampak kenari lebih besar terhadap lansia dengan gaya hidup tidak sehat, seperti merokok dan skor tes neuropsikologis awal yang lebih rendah. Sementara lansia dengan gaya hidup sehat tidak terlalu berpengaruh terhadap fungsi kognitifnya. Artinya, gaya hidup sehat tetap dominan menjaga fungsi kognitif.
Kacang kenari mengandung asam lemak omega-3 dan polifenol, yang sebelumnya telah ditemukan untuk menangkal stres oksidatif dan peradangan, yang menjadi pendorong penurunan kognitif.
Penelitian lainnya dilakukan di University of South Australia pada 2019. Para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi kacang-kacangan dapat meningkatkan pemikiran, daya ingat, dan penalaran orang hingga 60 persen, dibandingkan dengan mereka yang tidak makan kacang sama sekali.
Penelitian itu menyimpulkan bahwa mengkonsumsi dua sendok teh kacang-kacangan per hari meningkatkan fungsi kognitif mereka.
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri