Membopong Lansia Salah Satu Tugas Utama Caregiver?


Tapi aktivitas ini berisiko tinggi baik untuk lansia maupun caregiver. 

2026-01-06T08:00

Dalam praktik sehari-hari, caregiver sering harus mengangkat (bopong) atau memindahkan lansia, terutama yang mobilitasnya terbatas. Tapi aktivitas ini berisiko tinggi baik untuk lansia maupun caregiver. 

1. Situasi Umum Saat Caregiver Harus “Bopong” Lansia

Caregiver biasanya perlu mengangkat atau memindahkan lansia pada kondisi seperti:

a. Memindahkan lansia dari tempat tidur ke kursi roda

Terjadi setiap pagi dan malam hari.

b. Membantu lansia berdiri atau duduk

Terutama lansia yang lemah ototnya, pasca stroke, atau punya radang sendi.

c. Memindahkan ke kamar mandi

Saat lansia sulit berjalan atau takut jatuh.

d. Mengangkat lansia yang jatuh ke lantai

Situasi darurat dan paling menguras tenaga.

e. Saat mandi (bathroom transfer)

Termasuk memindahkan ke kursi mandi atau masuk ke shower.

2. Risiko Jika Caranya Salah

Untuk Caregiver:

  • Low back pain (nyeri pinggang kronis) → paling umum.

  • Cedera punggung, pinggul, bahu.

  • Kelelahan berat setiap hari.

  • Bisa burnout karena tekanan fisik berulang.
     

Untuk Lansia:

  • Memar/cedera bahu atau tangan.

  • Risiko jatuh saat perpindahan.

  • Dislokasi sendi (terutama pada lansia rapuh).

  • Rasa takut setiap kali dipindahkan.

Karena itulah teknik pemindahan aman sangat penting.

3. Prinsip “No Lifting Alone” (Tidak Mengangkat Tanpa Teknik)

Di banyak negara, caregiver tidak boleh mengangkat lansia dengan tenaga murni, harus menggunakan:

  • teknik body mechanics,

  • alat bantu,

  • atau bantuan orang kedua.

Di Indonesia belum umum, tapi prinsip ini makin perlu dipahami karena jumlah lansia terus naik.

4. Teknik Aman Saat Caregiver Harus Bopong

a. Pastikan Lansia Membantu Semampunya

Walaupun sedikit, minta lansia:

  • pegangan ringan,

  • dorongan kecil saat berdiri,

  • atau arahkan tubuh.

Ini mengurangi beban caregiver.

b. Posisi Kaki & Punggung Caregiver

  • Kaki dibuka selebar bahu.

  • Tekuk lutut, jangan membungkuk.

  • Punggung tetap lurus.

  • Beban ditumpu kaki, bukan pinggang.

c. Gunakan “Pivot Transfer”

Alihkan lansia dengan memutar tubuh, bukan mengangkat penuh.

d. Dekatkan tubuh

Semakin dekat posisi caregiver dengan lansia, semakin aman.

e. Gunakan alat bantu

Jika ada:

  • gait belt (sabuk transfer)

  • kursi roda dengan rem kuat

  • kursi mandi

  • bed rail

5. Cara Bopong Saat Terpaksa Mengangkat Lansia Jatuh

Harus sangat hati-hati:

  1. Pastikan lansia tidak cedera serius.

  2. Jangan angkat langsung → gunakan benda kokoh (kursi, tempat tidur) untuk membantu lansia naik bertahap.

  3. Caregiver menopang di belakang, memegang pinggang atau gait belt.

  4. Jika lansia tidak bisa berdiri sama sekali → panggil bantuan kedua.
    Mengangkat sendirian sangat berbahaya.
     

6. Mengapa Ini Berat bagi Caregiver?

Karena:

  • Rata-rata berat lansia masih 40–60 kg.

  • Caregiver perempuan sering bekerja sendirian.

  • Pengulangan 5–10 kali per hari membuat cedera kumulatif.

  • Tidak semua rumah punya alat bantu.

Makanya mengangkat lansia jadi salah satu tugas tersulit dan paling melelahkan dalam caregiving.

Geriatri,Lansia Indonesia,Menua Bahagia,Geriatri Sehat,Caregiver

ARTIKEL LAINNYA

Kebutuhan Gizi Terpenuhi, Insyaallah Sehat Terus

Sejak Menjelang Tua Harus Siapkan Diri

Cegah Demensia dengan Konsumsi Kacang-kacangan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026