Seni sebagai Terapi: Melukis dan Mewarnai Efektif Menurunkan Stres pada Lansia


Seni adalah “obat tanpa efek samping” yang sangat layak dipromosikan dalam geriatri dan perawatan lansia. Keluarga, caregiver, dan komunitas dapat mendorong lansia untuk mengeksplorasi kreativitas mereka

2025-12-03T08:00

Di usianya yang memasuki usia 76 tahun, mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, lebih banyak menekuni dunia seni, khususnya melukis. Untuk menyalurkan hobinya itu, bahkan dia mendirikan SBY Art Studio dan terlibat dalam SBY Art Community, sebuah komunitas seni yang dia gagas untuk mendorong perdamaian melalui lukisan. 

Tak hanya itu, SBY juga aktif menggelar pameran seni. Yang teranyar adalah pameran bertajuk: “Art for Peace and a Better Future”, yang dihelat pada 6 September–5 Oktober 2025 di Ashta District 8, Jakarta. Dalam pameran itu, disajikan 31 lukisan, termasuk 8 karya SBY sendiri. 

Dalam pameran-pamerannya, SBY sering menyampaikan pesan perdamaian dan refleksi kemanusiaan — menyatakan bahwa seni baginya bukan sekadar ekspresi pribadi, tetapi instrumen untuk menyuarakan nilai-nilai perdamaian. Kisah SBY ini menjadi contoh hidup bagaimana seni — dalam usia lanjut — bisa menjadi jalan untuk menyembuhkan, merenung, dan menyampaikan pesan mendalam. Ini bukan sekadar hobi; melukis menjadi terapi emosi dan sarana kolaborasi sosial.

Seni sebagai Terapi bagi Lansia 

Beberapa penelitian menunjukkan, seni seperti menggambar dan melukis memang bisa menjadi bentuk terapi bagi lansia. Seperti dikutip dari “Community Development in Health Journal”, Volume 3, Nomor 2, Oktober 2025, studi “Self-Book Art Therapy” diterapkan pada lansia paliatif dengan penyakit kronis di Panti Werdha Budi Mulia 2, Cengkareng. Hasilnya menunjukkan intervensi sen-book art therapy efektif menurunkan kecemasan pada lansia paliatif. 

Penelitian kuasi–eksperimen di Puskesmas Lebakwangi, Kabupaten Kuningan juga menemukan, art therapy (menggambar) secara signifikan menurunkan stres lansia (https://e-journal.pts-stikescirebon.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/234?utm_source=chatgpt.com)

Hal ini menunjukkan, bagi lansia, seni, khususnya melukis dan mewarnai dapat dimanfaatkan sebagai medium yang sangat efektif sebagai terapi non-obat bagi lansia. Berikut adalah manfaat seni melukis, menggambar dan mewarnai bagi lansia:

  • Meredakan stres dan kecemasan

  • Menciptakan ketenangan batin melalui mindfulness

  • Mengurangi kesepian lewat komunitas

  • Memberi ruang untuk menyalurkan emosi tersimpan

  • Menjaga fungsi motorik dan otak

  • Dilakukan dengan biaya rendah dan fleksibel

Berkesenian, khususnya menggambar, melukis, dan mewarnai di usia senja bukan sekadar kegiatan santai, melainkan sebuah praktik bermakna: refleksi, ekspresi, dan kolaborasi sosial. Bagi lansia umumnya, seni tidak hanya menyediakan saluran kreatif tapi juga terapi emosional, sosial, dan kognitif.

Seni adalah “obat tanpa efek samping” yang sangat layak dipromosikan dalam geriatri dan perawatan lansia. Keluarga, caregiver, dan komunitas dapat mendorong lansia untuk mengeksplorasi kreativitas mereka — bukan hanya sebagai hiburan, tetapi sebagai bagian dari penuaan yang sehat, bermakna, dan damai.

Geriatri,Geriatri Sehat,Lansia Indonesia,Menua Bahagia,Caregiver

ARTIKEL LAINNYA

Kebutuhan Gizi Terpenuhi, Insyaallah Sehat Terus

Sejak Menjelang Tua Harus Siapkan Diri

Cegah Demensia dengan Konsumsi Kacang-kacangan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026