
Geriatri.id - Para lanjut usia (lansia) sering tidak merasakan haus karena otak tidak mengoordinasikan sinyal-sinyal sensorik sehingga tidak merasa dahaga.
Akibatnya, para lansia banyak mengalami dehidrasi. Demikian hasil studi yang dipaparkan Gary Egan, seorang profesor di Universitas Melbourne, Australia.
Karena itu, lanjut Gary, para lansia perlu sering diingatkan akan kebutuhannya untuk minum. Mereka tidak menyadari kebutuhan sendiri untuk minum. Bila dehidrasi tak tertangani maka dampaknya bisa fatal.
Dikabarkan, selama musim panas di Perancis pada 2003, terjadi kasus meninggal dunia sebanyak 14 ribu orang dimana sebagian besar adalah lanjut usia karena tidak cukup minum air.
Studi ini menyimpulkan bahwa "Jadwal minum menjadi strategi untuk mengurangi risiko dehidrasi pada orang tua, namun hindari asupan air yang berlebihan dan risiko pembengkakan otak."
Studi ini memiliki dua hasil yang berbeda: Bahwa orang lanjut usia mengalami lebih sedikit rasa haus dan akibatnya minum lebih sedikit cairan, atau bahwa orang lanjut usia mengalami rasa haus yang sama tetapi masih kurang minum.
Riset ini penting karena benar-benar studi pertama yang melihat ke dalam otak untuk mencoba mencari tahu apa yang mungkin berbeda tentang mekanisme rasa haus pada orang tua.
Studi ini juga menarik karena melihat pada cingulate cortex, wilayah otak yang belum dipelajari secara luas oleh para peneliti.
Para peneliti menyarankan program minum yang terkontrol sehingga orang tua minum lebih banyak sepanjang hari. Namun minum yang terjadwal tidak selalu berhasil pada orang tua.
Selain itu, bila minum melebihi batas, bisa menjadi kontraproduktif. Lansia jadi sering bangun tidur tengah malam karena ingin buang air kecil. (hil)
Referensi: abcnews.go.com
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri