Tekstur Makanan itu Penting bagi Lansia


Tekstur makanan lansia perlu disesuaikan dengan kemampuan mengunyah dan menelan. Ada 4 jenis tekstur.

2025-10-30T07:00

Tekstur makanan lansia perlu disesuaikan dengan kemampuan mengunyah dan menelan. Ada 4 jenis tekstur:

  1. Biasa / Utuh Lembut (Soft Regular): Untuk lansia yang masih bisa mengunyah tapi gigi tidak terlalu kuat. Contoh: nasi lunak, ikan kukus, sayur empuk.

  2. Lunak / Cacah Halus (Minced & Moist): Untuk lansia gigi ompong sebagian, mengunyah bisa, menelan lambat. Contoh: nasi tim, ayam cincang berkuah, tumis sayur cacah.

  3. Lumat / Halus (Puree): Untuk lansia kesulitan mengunyah dan menelan (disfagia ringan-sedang). Contoh: bubur saring, sup krim sayur, puree buah/sayur.

  4. Cair Kental (Thickened Liquid / Nectar-Honey): Untuk lansia disfagia berat/pasca stroke agar tidak tersedak. Contoh: teh/susu pengental, sup kental.

Tips Penyajian: Hindari tekstur ganda, sajikan hangat, hindari makanan lengket, gunakan sendok kecil, dan uji tekstur.

Hati-hati dengan: Kacang utuh, nasi kering, biskuit keras, serat kasar, dan daging berserat yang tidak dicacah, terutama untuk lansia disfagia.

Geriatri,Lansia Indonesia,Geriatri Sehat,Menua Bahagia,Diet Lansia

ARTIKEL LAINNYA

Biasakan Pola Hidup Sehat, Yuk

Sering Limbung? Ini 3 Latihan Sederhana untuk Melatih Keseimbangan Lansia

Orangtua dan Anak Berbagi “Zona Kendali”

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026