
Tekstur makanan lansia perlu disesuaikan dengan kemampuan mengunyah dan menelan. Ada 4 jenis tekstur:
Biasa / Utuh Lembut (Soft Regular): Untuk lansia yang masih bisa mengunyah tapi gigi tidak terlalu kuat. Contoh: nasi lunak, ikan kukus, sayur empuk.
Lunak / Cacah Halus (Minced & Moist): Untuk lansia gigi ompong sebagian, mengunyah bisa, menelan lambat. Contoh: nasi tim, ayam cincang berkuah, tumis sayur cacah.
Lumat / Halus (Puree): Untuk lansia kesulitan mengunyah dan menelan (disfagia ringan-sedang). Contoh: bubur saring, sup krim sayur, puree buah/sayur.
Cair Kental (Thickened Liquid / Nectar-Honey): Untuk lansia disfagia berat/pasca stroke agar tidak tersedak. Contoh: teh/susu pengental, sup kental.
Tips Penyajian: Hindari tekstur ganda, sajikan hangat, hindari makanan lengket, gunakan sendok kecil, dan uji tekstur.
Hati-hati dengan: Kacang utuh, nasi kering, biskuit keras, serat kasar, dan daging berserat yang tidak dicacah, terutama untuk lansia disfagia.
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri