
Bagi banyak lansia, kehadiran di acara keluarga, reuni, atau pertemuan besar adalah momen penuh kebahagiaan. Namun, bagi mereka yang mengalami gangguan pendengaran, situasi ramai bisa menimbulkan tantangan tersendiri. Suara musik, obrolan bercampur, hingga ruangan yang bising sering kali membuat percakapan menjadi sulit diikuti. Akibatnya, sebagian lansia memilih diam atau menarik diri karena merasa tidak nyaman.
Padahal, dengan strategi komunikasi yang tepat, lansia tetap bisa menikmati acara dengan nyaman.
Menurut dr. Gunawan Tirtarahardja, SpTHT-KL dari RSUP Persahabatan (dikutip dari Kompas Health, 2022), posisi duduk berpengaruh besar terhadap kemampuan mendengar. “Lansia sebaiknya duduk di area yang lebih tenang, jauh dari pengeras suara, serta dekat dengan orang yang ingin diajak bicara. Posisi menghadap lawan bicara juga membantu mereka membaca ekspresi wajah atau gerakan bibir,” jelasnya.
Selain berbicara dengan suara jelas, keluarga dapat memanfaatkan komunikasi non-verbal. Kontak mata, gerakan tangan, atau ekspresi wajah memperkuat pesan yang disampaikan. “Gerakan tubuh sering kali lebih mudah ditangkap dibanding hanya suara, terutama di ruang bising,” tambah dr. Gunawan.
Pakar komunikasi kesehatan Universitas Indonesia, Dr. Widodo Judarwanto, dalam wawancara dengan Republika (2021), menyebutkan bahwa berbicara terlalu keras justru bisa membuat lansia dengan gangguan pendengaran merasa tidak nyaman. “Yang penting adalah berbicara dengan jelas, pelan, dan artikulasi yang baik, bukan sekadar volume tinggi,” ujarnya.
Jika lansia menggunakan alat bantu dengar, pastikan baterainya terisi penuh sebelum acara dimulai. Beberapa alat bantu dengar modern juga memiliki fitur filter suara bising yang dapat memudahkan komunikasi di keramaian.
Acara besar sering kali membuat percakapan terpecah. Maka, sediakan waktu untuk berbicara empat mata. Percakapan singkat tapi fokus lebih berarti bagi lansia ketimbang berusaha mendengar di tengah keramaian.
Gangguan pendengaran tidak seharusnya membuat lansia merasa terisolasi saat acara besar. Dukungan keluarga, sikap sabar, serta penggunaan strategi komunikasi sederhana dapat membuat interaksi tetap hangat dan bermakna.
Seperti dikatakan dr. Gunawan Tirtarahardja, “Kunci utama adalah empati. Semakin sabar keluarga dalam menyesuaikan cara komunikasi, semakin bahagia lansia menjalani momen kebersamaan.”
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri