Komunikasi Efektif bagi Lansia dengan Gangguan Pendengaran di Acara Ramai


Suara musik, obrolan bercampur, hingga ruangan yang bising sering kali membuat percakapan menjadi sulit diikuti.

2025-09-23T10:42

Bagi banyak lansia, kehadiran di acara keluarga, reuni, atau pertemuan besar adalah momen penuh kebahagiaan. Namun, bagi mereka yang mengalami gangguan pendengaran, situasi ramai bisa menimbulkan tantangan tersendiri. Suara musik, obrolan bercampur, hingga ruangan yang bising sering kali membuat percakapan menjadi sulit diikuti. Akibatnya, sebagian lansia memilih diam atau menarik diri karena merasa tidak nyaman.

Padahal, dengan strategi komunikasi yang tepat, lansia tetap bisa menikmati acara dengan nyaman.

1. Pilih Tempat Duduk yang Strategis

Menurut dr. Gunawan Tirtarahardja, SpTHT-KL dari RSUP Persahabatan (dikutip dari Kompas Health, 2022), posisi duduk berpengaruh besar terhadap kemampuan mendengar. “Lansia sebaiknya duduk di area yang lebih tenang, jauh dari pengeras suara, serta dekat dengan orang yang ingin diajak bicara. Posisi menghadap lawan bicara juga membantu mereka membaca ekspresi wajah atau gerakan bibir,” jelasnya.

2. Gunakan Komunikasi Non-Verbal

Selain berbicara dengan suara jelas, keluarga dapat memanfaatkan komunikasi non-verbal. Kontak mata, gerakan tangan, atau ekspresi wajah memperkuat pesan yang disampaikan. “Gerakan tubuh sering kali lebih mudah ditangkap dibanding hanya suara, terutama di ruang bising,” tambah dr. Gunawan.

3. Bicara dengan Jelas, Jangan Berteriak

Pakar komunikasi kesehatan Universitas Indonesia, Dr. Widodo Judarwanto, dalam wawancara dengan Republika (2021), menyebutkan bahwa berbicara terlalu keras justru bisa membuat lansia dengan gangguan pendengaran merasa tidak nyaman. “Yang penting adalah berbicara dengan jelas, pelan, dan artikulasi yang baik, bukan sekadar volume tinggi,” ujarnya.

4. Gunakan Teknologi Bantu Dengar

Jika lansia menggunakan alat bantu dengar, pastikan baterainya terisi penuh sebelum acara dimulai. Beberapa alat bantu dengar modern juga memiliki fitur filter suara bising yang dapat memudahkan komunikasi di keramaian.

5. Luangkan Waktu Bicara Secara Personal

Acara besar sering kali membuat percakapan terpecah. Maka, sediakan waktu untuk berbicara empat mata. Percakapan singkat tapi fokus lebih berarti bagi lansia ketimbang berusaha mendengar di tengah keramaian.

Gangguan pendengaran tidak seharusnya membuat lansia merasa terisolasi saat acara besar. Dukungan keluarga, sikap sabar, serta penggunaan strategi komunikasi sederhana dapat membuat interaksi tetap hangat dan bermakna.

Seperti dikatakan dr. Gunawan Tirtarahardja, “Kunci utama adalah empati. Semakin sabar keluarga dalam menyesuaikan cara komunikasi, semakin bahagia lansia menjalani momen kebersamaan.”


 

Geriatri,Lansia Indonesia,Geriatri Sehat,Menua Bahagia,Kopdar LOL

ARTIKEL LAINNYA

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

'Apakah Boleh Kita Meminta dan Memilih Pulang?'

Mata Juga Perlu Dicek Secara Rutin

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026