
Geriatri.id - Kabar gembira buat oma dan opa yang hendak melaksanakan ibadah haji. Kementerian Agama memberikan prioritas untuk jemaah haji lansia pada 2020.
Dari kuota haji reguler sebanyak 204.000, Kementerian Agama mengalokasikan 1 persen untuk percepatan pemberangkatan lansia.
Jemaah yang masuk kategori lansia akan diberangkatkan lebih cepat dari masa daftar tunggu bertahun-tahun.
"Sekarang kita mulai memberikan prioritas untuk lansia. Jadi, lansia kita jatah 20.400 orang dari haji reguler," kata kata Menteri Agama Fachrul Razi saat rapat bersama Komisi VIII DPR di Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2020).
Selain memberi prioritas di kuota reguler, Kementerian Agama juga memberi tambahan kuota cadangan sebesar 5 persen untuk lansia.
Selama ini, kuota cadangan hanya disediakan sebesar lima persen dari kuota haji.
"Di antara cadangan 10 persen itu, 5 persen diberikan untuk lansia sehingga mereka dapat kesempatan adil untuk berangkat," kata Fachrul.
Fachrul menjelaskan, selama ini kuota cadangan sering banyak tersisa. Karena itu dia berharap kuota cadangan bisa dimanfaatkan untuk memprioritaskan lansia.
Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR juga menyepakati besaran rata-rata Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Tahun 1441H/2020M atau biaya yang dibayar langsung oleh jemaah sebesar Rp35.235.600, sama dengan tahun sebelumnya.
Menurut Menag, Bipih yang dibayarkan oleh jemaah mencakup biaya penerbangan, akomodasi di Makkah, dan living cost. Meski tidak naik, kata Menag, ada sejumlah peningkatan pelayanan, antara lain bertambahnya jumlah makan.***(ymr)
Foto Pixabay
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri