Peneliti Ungkap Golongan Darah yang Lebih Berisiko Terserang Stroke Dini 


Berita Lansia - Sebuah penelitian dari University of Maryland (UMD) mengungkap fakta menarik tentang hubungan antara golongan darah dan risiko stroke sebelum usia 60 tahun. 

2025-03-09 13:40:30

Geriatri.id - Sebuah penelitian dari University of Maryland (UMD) mengungkap fakta menarik tentang hubungan antara golongan darah dan risiko stroke sebelum usia 60 tahun. 

Para peneliti menemukan, individu dengan golongan darah A memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami stroke iskemik dini, yaitu jenis stroke yang disebabkan penyumbatan aliran darah ke otak.

Sebaliknya, bagi mereka yang memiliki golongan darah O, risikonya justru lebih rendah dibandingkan golongan darah lainnya.

Mengapa Golongan Darah Berpengaruh?

Dalam analisis besar yang dilakukan pada tahun 2022, tim peneliti menyaring data dari 48 studi genetik, yang melibatkan hampir 17.000 pasien stroke dan 600.000 orang sehat berusia 18- 59 tahun.

Baca Juga: Catat! Ini Daftar 144 Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan

Hasilnya menunjukkan, golongan darah A memiliki risiko 16% lebih tinggi mengalami stroke dini. Sebaliknya, golongan darah O memiliki risiko 12% lebih rendah dibandingkan golongan darah lainnya.

Meski begitu, para ahli menegaskan tidak perlu panik jika Anda memiliki golongan darah A. 

Hingga kini, penyebab pasti hubungan ini masih belum sepenuhnya dipahami. 

Dr. Steven J. Kittner, ahli saraf dari UMD Medical Center, menyebutkan hal ini mungkin berkaitan dengan faktor pembekuan darah, trombosit, dan protein dalam sirkulasi darah yang berperan dalam proses tersebut.

Stroke Dini: Ancaman Serius bagi Generasi Muda

Menurut Kittner, jumlah penderita stroke dini terus meningkat, dan dampaknya bisa sangat serius. 

Mereka yang mengalami stroke di usia muda memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami kecacatan jangka panjang atau bahkan kematian akibat komplikasi yang mengancam jiwa.


"Jumlah orang dengan stroke dini meningkat. Mereka lebih mungkin meninggal karena kejadian yang mengancam jiwa, dan para penyintas berpotensi menghadapi puluhan tahun dengan kecacatan," ujar Kittner dikutip dari NYPost.

"Meski demikian, hanya ada sedikit penelitian tentang penyebab stroke dini," sambungnya. 

Namun, perlu diingat, golongan darah bukan satu-satunya faktor penentu stroke. 

Tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes, merokok, konsumsi alkohol, pola makan buruk, serta kurangnya aktivitas fisik tetap menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap risiko stroke.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Meski penelitian ini memberikan wawasan baru, para peneliti menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme di balik hubungan antara golongan darah dan stroke dini.

Dr. Mark T. Gladwin, dari UMD Baltimore, mengatakan, temuan ini menjadi pengingat penting akan perlunya strategi pencegahan yang lebih baik, terutama bagi orang dewasa muda.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Jadi, apapun golongan darah Anda, menerapkan pola hidup sehat tetap menjadi langkah terbaik untuk menjaga kesehatan jantung dan mencegah stroke sejak dini!***

*Ilustrasi - Waspadai stroke di usia dini.(Pxhere)

Video Lansia Online


ARTIKEL LAINNYA

Tantangan buat Caregiver: Tuntutan Perawatan Makin Kompleks

Di Jepang, Lansia “Asuh” Anak yang Semakin Tua

Jumaria, Lansia yang Jadi Ikon Haji 2026

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026