
Geriatri.id - Demensia dan alzheimer adalah dua gangguan yang sering ditemukan pada orang lanjut usia (lansia). Keduanya kerap dikaitkan dengan istilah pikun karena berdampak pada fungsi otak, termasuk berkurangnya daya ingat.
Menurut Konsultan Geriatri Dr. dr. Czeresna Heriawan Soejono, SpPD-KGer, MEpid, MPH, demensia dan alzheimer dapat menyebabkan perubahan perilaku pada lansia yang turut memengaruhi pola makan mereka.
“Dia (lansia) bisa menjadi agresif, sering marah-marah, enggak jelas maunya apa, kadang-kadang hilang, kadang-kadang jalan mondar-mandir semalaman tanpa jelas tujuannya,” ujar Czeresna dikutip dari YouTube Geriatri TV.
Baca Juga: Catat! Ini Daftar 144 Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan
Perubahan perilaku tersebut membuat lansia kesulitan mengenali jadwal makan.
Bahkan, ketika disajikan makanan, mereka bisa membentak atau menyingkirkan makanan hingga tumpah.
Pentingnya Memahami Lansia
Czeresna menambahkan perubahan perilaku ini memiliki penyebab tertentu yang tidak selalu dipahami anak atau pendamping.
“Dia (lansia) tidak mampu menyampaikan apa yang dirasakan dan apa yang dipikirkan, tetapi ada sesuatu yang tidak terpenuhi. Bisa saja dia merasa bosan tapi tidak tahu bagaimana mengekspresikan perasaan bosan tersebut,” jelasnya.
Karena itu, keluarga harus jeli dalam mengenali situasi yang membuat lansia tidak nyaman.
Jika dibiarkan, hal ini bisa berdampak pada status nutrisi dan berujung pada masalah kesehatan lainnya.
Menanggulangi Perubahan Perilaku Lansia
Keluarga dan pendamping lansia perlu mengidentifikasi faktor penyebab ketidaknyamanan mereka.
Setelah penyebab ditemukan, langkah berikutnya adalah melakukan perbaikan agar lansia merasa lebih nyaman.
Menyesuaikan Lingkungan
Jika lansia merasa jengkel dengan suatu benda di rumah, benda tersebut dapat disingkirkan agar mereka lebih tenang dan kooperatif.
Merawat Gigi Palsu
Jika masalah berasal dari gigi palsu yang tidak pas, maka perbaikannya perlu dilakukan agar lansia bisa makan dengan nyaman.
Memberikan Makanan yang Mudah Dikonsumsi
Lansia umumnya mengalami penurunan produksi air liur yang menyebabkan mulut kering.
Karena itu, makanan berkuah bisa menjadi solusi, tetapi tetap harus disajikan dengan hati-hati agar tidak menyebabkan tersedak.
Menambah Asupan Nutrisi
Jika lansia mengalami kekurangan gizi, maka suplemen nutrisi dapat menjadi solusi tambahan. Produk seperti susu dengan kandungan nutrisi lengkap bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi harian mereka.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Dengan memahami kondisi lansia dan memberikan perhatian khusus terhadap pola makan mereka, keluarga dan pendamping dapat membantu meningkatkan kualitas hidup lansia serta mencegah berbagai masalah kesehatan yang mungkin timbul akibat kurangnya asupan nutrisi.***
*Ilustrasi - Demensia dan alzheimer adalah dua gangguan yang sering ditemukan pada orang lanjut usia (lansia).(Pixabay)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri