
Geriatri.id - Tren memperlambat penuaan atau slow aging semakin populer di kalangan anak muda Korea Selatan. Salah satu metode yang kini banyak diterapkan adalah diet MIND (Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay).
Diet ini dikembangkan Jung Hee-won, seorang profesor medis dan dokter di Departemen Kedokteran Geriatri di Asan Medical Center, Seoul.
Konsep diet ini menggabungkan pola makan Mediterania dan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) yang menekankan konsumsi makanan sehat untuk menjaga fungsi otak dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Konsep Diet MIND
Diet MIND berfokus pada konsumsi makanan alami yang minim olahan serta keseimbangan antara biji-bijian utuh dan protein.
Baca Juga: Catat! Ini Daftar 144 Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan
Prinsip utama diet ini adalah menghindari gula sederhana dan biji-bijian olahan, sekaligus meningkatkan asupan makanan yang membantu menjaga kesehatan otak dan tubuh.
Beberapa komponen utama dalam diet ini meliputi:
- Biji-bijian utuh dan kacang-kacangan untuk asupan nutrisi esensial.
- Sayuran dan buah-buahan yang kaya akan antioksidan dan serat.
- Minyak zaitun sebagai bahan utama dalam memasak untuk menggantikan lemak tidak sehat.
- Ikan dan unggas sebagai sumber protein utama, dengan membatasi konsumsi daging merah dan olahan.
- Pengurangan gula sederhana dan biji-bijian olahan untuk mencegah lonjakan gula darah.
- Membatasi konsumsi alkohol
Diet MIND ala Korea
Sebagai bentuk adaptasi diet ini ke dalam budaya makan Korea, Jung merekomendasikan perpaduan biji-bijian seperti lentil, gandum, beras merah, dan beras putih dalam rasio 4:2:2:2 dibanding hanya mengonsumsi nasi putih.
Hal ini bertujuan untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil serta meningkatkan asupan protein dari kacang-kacangan.
Selain itu, konsumsi makanan gorengan juga disarankan dibatasi hingga kurang dari satu kali per minggu.
Sementara itu, camilan mengandung lemak trans sebaiknya tidak lebih dari 30 gram sebanyak empat kali seminggu.
Jung menekankan bahwa lemak trans dapat memicu peradangan dan meningkatkan resistensi insulin yang berisiko mempercepat proses penuaan.
Lebih dari Sekadar Pola Makan
Jung menekankan bahwa diet MIND bukan hanya tentang memilih makanan sehat, tetapi juga mencakup keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan.
Faktor seperti tidur yang cukup, manajemen stres, dan pola hidup yang seimbang berperan besar dalam menunda penuaan.
"Penuaan bukan hal sederhana. Kebiasaan gaya hidup seperti olahraga dan nutrisi hanya hasil dari prinsip-prinsip bagaimana kita menjalankan hidup kita. Jika kita melihat ke dasar-dasarnya, ada faktor seperti stres dan tidur, dan keseimbangan hidup ini pada akhirnya diciptakan oleh perspektif kita terhadap kehidupan," ujar Jung dalam wawancara dengan The Korea Times.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya pola makan sehat, diet MIND menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin memperlambat penuaan secara alami.
Gaya hidup ini bukan hanya sekadar tren, tetapi juga investasi jangka panjang untuk kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik.***
*Ilustrasi - Diet untuk memperlambat penuaan.(Pixabay)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri