Makan Buah Itu Sehat, Tapi Jangan Konsumsi Berlebihan! 


Berita Lansia - Buah-buahan dikenal sebagai sumber nutrisi yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Tapi, tidak semua buah bisa dikonsumsi secara bebas tanpa batasan.

2025-03-02 12:28:40

Geriatri.id - Buah-buahan dikenal sebagai sumber nutrisi yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Tapi, tidak semua buah bisa dikonsumsi secara bebas tanpa batasan.

Beberapa buah memiliki kandungan gula, kalori, atau zat tertentu. Jika dikonsumsi berlebihan, buah seperti itu justru bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan.

Karena itu, penting untuk mengenali jenis buah yang perlu dikonsumsi dengan bijak agar tetap sehat tanpa risiko berlebihan.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

1. Buah dengan Kandungan Gula Tinggi

Buah mengandung gula alami, tetapi beberapa jenis punya kadar lebih tinggi dan bisa berpengaruh pada kadar gula darah. 

Bagi penderita diabetes atau yang sedang diet rendah gula, berikut beberapa buah yang perlu dikontrol porsinya:

Mangga

Kaya akan vitamin C dan serat, tapi juga mengandung gula alami yang cukup tinggi.

Anggur

Manis dan segar, tapi kandungan fruktosanya bisa menyebabkan lonjakan gula darah.

Ceri

Indeks glikemiknya cukup tinggi, jadi bisa menaikkan kadar gula darah dengan cepat.

Pisang 

Sumber energi yang baik, tapi juga tinggi karbohidrat dan gula alami

2. Buah dengan Kalori Tinggi

Beberapa buah mengandung kalori yang cukup besar, terutama yang kaya lemak sehat. Meski bermanfaat, tetap perlu dikontrol agar tidak berlebihan.

Alpukat 

Sumber lemak sehat, tapi satu buah alpukat bisa mengandung 240 kalori.

Kelapa 

Mengandung lemak jenuh yang bisa berdampak pada kadar kolesterol jika berlebihan.

Kurma 

Meskipun sering jadi camilan sehat, satu butir kurma mengandung sekitar 20 kalori.

3. Buah dengan Keasaman Tinggi


Buah dengan kadar asam tinggi bisa memicu masalah pencernaan atau merusak enamel gigi jika dikonsumsi terlalu sering:

Jeruk 

Kaya vitamin C, tapi bisa memperburuk asam lambung.

Nanas 

Mengandung asam sitrat yang cukup tinggi, bisa bikin perut terasa tidak nyaman.

Lemon dan Lime 

Terlalu sering mengonsumsi bisa merusak enamel gigi.

4. Buah dengan Kandungan Oksalat Tinggi

Beberapa buah mengandung oksalat, zat yang bisa meningkatkan risiko batu ginjal jika dikonsumsi berlebihan:

Belimbing 

Bisa berbahaya bagi penderita penyakit ginjal.

Rhubarb

Meski sering digunakan sebagai bahan makanan, kandungan oksalatnya cukup tinggi.

5. Buah yang Bisa Menyebabkan Gangguan Pencernaan

Beberapa buah mengandung senyawa yang bisa menyebabkan gas, kembung, atau bahkan diare jika dikonsumsi terlalu banyak:

Semangka

Tinggi kandungan air dan gula, bisa menyebabkan perut kembung.

Prune

Mengandung sorbitol, yang bertindak sebagai pencahar alami.

Persik (Peach)

Kaya serat, tapi bisa memicu gas atau perut kembung.

Jadi, Seberapa Banyak Boleh Mengonsumsi Buah?

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Bukan berarti buah-buahan di atas harus dihindari sepenuhnya, ya! Kuncinya adalah mengonsumsi dengan bijak dan seimbang. 

Kalau punya kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes atau gangguan pencernaan, pastikan untuk memilih buah yang sesuai dengan kebutuhan tubuhmu.

Tetap sehat dan nikmati buah dengan porsi yang tepat!***

*Ilustrasi - Buah-buahan dikenal sebagai sumber nutrisi yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat.(Pixabay)

Video Lansia Online


ARTIKEL LAINNYA

AI Lebih ‘Laris' di Kalangan Perempuan Lansia di Jepang

HLUN 2026: Momentum Mewujudkan Indonesia Ramah Lansia

Pengabdian ala Oma Hedy

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026