
Geriatri.id - Kebiasaan sederhana dapat menjadi langkah penting dalam mencegah demensia. Hal itu diungkapkan Pakar kesehatan dari Harvard University, Dr. Alp Kantarci.
Demensia merupakan kondisi penurunan kognitif yang ditandai kesulitan berpikir, mengambil keputusan, hingga kepikunan.
Dr. Alp Kantarci dari Harvard University School of Dental Medicine, yang juga seorang peneliti kesehatan mulut, menjelaskan kebiasaan sederhana tersebut adalah menyikat gigi.
Baca Juga: Catat! Ini Daftar 144 Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan
Menyikat gigi selama dua menit dua kali sehari -pagi dan malam- dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan otak.
Kesehatan Mulut dan Risiko Demensia
Tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan gigi, mengabaikan kebersihan mulut juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit lain.
"Jika mengabaikan kesehatan mulut, Anda meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, demensia, dan penyakit lain di tubuh manapun," ujar Dr. Kantarci, dikutip dari Mirror 27 Februari 2025.
Penelitian menunjukkan ada keterkaitan antara masalah gigi, khususnya penyakit gusi atau periodontitis, dengan peningkatan risiko demensia.
Dalam tinjauan terhadap 14 penelitian yang melibatkan 34 ribu peserta, menemukan mereka yang mengalami kehilangan gigi memiliki risiko 1,5 kali lebih besar mengalami gangguan kognitif.
Penumpukan bakteri akibat kebersihan gigi yang buruk dapat menyebabkan radang gusi. Jika tidak ditangani, ini bisa berkembang menjadi periodontitis.
Kondisi ini memicu respons imun berlebihan dan peradangan kronis yang berpotensi berdampak pada kesehatan otak.
Meski begitu, peneliti menegaskan kebersihan gigi hanya salah satu faktor dalam risiko demensia.
Pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan untuk memahami faktor risiko lainnya secara lebih mendalam.
"Gigi hanyalah satu bagian dari persamaan. Anda tidak hanya harus membersihkan gigi, tetapi juga gusi yang mengelilingi gigi Anda," tambah Dr. Kantarci.
Tiga Kebiasaan Lain untuk Mencegah Demensia
Selain menjaga kebersihan gigi, Dr. Daniel Daneshvar, Kepala Divisi Rehabilitasi Cedera Otak di Massachusetts General Hospital yang berafiliasi dengan Harvard, menyebut tiga kebiasaan sederhana lain yang dapat membantu mencegah demensia:
1. Latihan aerobik
Aktivitas fisik seperti jalan kaki, berenang, dan bersepeda dapat meningkatkan aliran darah ke otak, menjaga kesehatan pembuluh darah, serta mengurangi peradangan yang berkontribusi terhadap penumpukan protein tidak normal di otak—salah satu pemicu demensia.
2. Diet sehat
Dr. Daniel merekomendasikan diet Mediterania, Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH), dan MIND (Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay).
Diet ini menurunkan peradangan kronis yang merusak otak dengan mengurangi konsumsi daging merah dan makanan olahan, serta meningkatkan asupan buah, sayuran kaya antioksidan, dan ikan berlemak kaya omega-3.
Tidur berkualitas
Saat tidur, otak membersihkan protein beta-amiloid yang berbahaya. Gangguan tidur seperti insomnia dan sleep apnea dapat menghambat proses ini, meningkatkan risiko demensia. Jika mengalami masalah tidur, berkonsultasi dengan dokter adalah langkah yang disarankan.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Dengan menerapkan kebiasaan sehat ini, risiko demensia dapat dikurangi, sekaligus meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.***
*Ilustrasi - Cara sederhana mencegah demensia.(Pixabay)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri