Bahaya Langsung Tidur Setelah Sahur, Mengapa Harus Dihindari?


Berita Lansia - Ada kebiasaan yang sering dilakukan setelah sahur yang bisa berdampak negatif bagi kesehatan, yaitu tidur segera setelah makan. 

2025-02-26 22:29:59

Geriatri.id - Bulan Ramadan adalah waktu di mana umat Muslim menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Salah satu bagian penting dari puasa adalah sahur, yang berfungsi sebagai sumber energi untuk menjalani hari tanpa makan dan minum. 

Namun, ada kebiasaan yang sering dilakukan setelah sahur yang bisa berdampak negatif bagi kesehatan, yaitu tidur segera setelah makan. 

1. Risiko Asam Lambung Naik

Tidur setelah makan, terutama setelah sahur dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan. 

Posisi berbaring mempermudah asam lambung bergerak ke atas, menyebabkan sensasi terbakar di dada atau dikenal sebagai heartburn. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Jika terjadi berulang kali, kondisi ini dapat berkembang menjadi Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

2. Gangguan Pencernaan

Pencernaan membutuhkan waktu dan posisi tubuh yang tegak agar bekerja optimal. 

Tidur segera setelah sahur dapat memperlambat pengosongan lambung, menyebabkan perut kembung, rasa tidak nyaman, dan sembelit. 

Kurangnya aktivitas fisik setelah makan juga berkontribusi pada gangguan ini.

3. Peningkatan Berat Badan

Tidur setelah makan dapat mengurangi pembakaran kalori. Kalori yang tidak terbakar akan disimpan sebagai lemak.

Dalam jangka panjang ini dapat menyebabkan peningkatan berat badan. 

Selain itu, metabolisme tubuh melambat saat tidur, sehingga kalori dari makanan tidak digunakan secara efisien.

4. Risiko Stroke


Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tidur setelah makan dan peningkatan risiko stroke. 

Meskipun mekanismenya belum sepenuhnya dipahami, salah satu teori menyebutkan, refluks asam lambung dapat menyebabkan gangguan pernapasan saat tidur, yang kemudian meningkatkan risiko stroke.

5. Tubuh Mudah Lemas

Tidur setelah sahur dapat membuat tubuh terasa lemas dan kurang bertenaga saat bangun. 

Hal ini disebabkan terganggunya proses metabolisme dan pencernaan, sehingga tubuh tidak mendapatkan energi yang cukup untuk beraktivitas sepanjang hari.

Meskipun sahur sangat penting dalam menjalani ibadah puasa, kebiasaan tidur setelah makan sebaiknya dihindari. 

Baca Juga: Catat! Ini Daftar 144 Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan

Untuk menjaga kesehatan, disarankan menunggu setidaknya 1-2 jam sebelum tidur setelah sahur. 

Alternatif lainnya, melakukan aktivitas ringan seperti membaca atau beribadah untuk membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih baik. 

Dengan begitu, puasa dapat dijalani dengan lebih sehat dan bertenaga.***

*Ilustrasi - Bahaya langsung tidur setelah makan sahur.(Pixabay)

 

Artikel ini merupakan bagian dari edisi Ramadan Geriatri. Untuk membaca artikel lainnya KLIK DISINI!

Video Lansia Online

 

ramadan geriatri,ramadan,puasa,berita lansia,lansia,lansia sehat,kesehatan lansia

ARTIKEL LAINNYA

Peran Keluarga dalam Mendampingi Lansia

Mengenal Perubahan Tubuh di Usia Emas Saat Berpuasa

Habis Lebaran, Yuk Gerak Lagi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026