Hunian Nyaman untuk Lansia: Desain Aman, Praktis dan Ramah Usia


Berita Lansia - Dengan kondisi fisik mulai menurun, lansia memerlukan lingkungan tempat tinggal yang mendukung aktivitas harian mereka tanpa risiko kecelakaan.

2025-02-21 00:50:24

Geriatri.id - Rumah yang nyaman dan aman adalah kebutuhan mendasar bagi setiap individu, terutama para lanjut usia (lansia). Dengan kondisi fisik mulai menurun, lansia memerlukan lingkungan tempat tinggal yang mendukung aktivitas harian mereka tanpa risiko kecelakaan.

Pendiri Kelas Berbenah Sadis (KBS), Rika Subana menekankan, desain rumah bagi lansia harus mempertimbangkan aspek keselamatan dan kenyamanan. 

Dalam seminar daring yang diselenggarakan Geriatri TV, Rika menyoroti berbagai aspek penting dalam penataan rumah lansia.

Lantai Aman, Hindari Risiko Jatuh

Salah satu perhatian utama dalam desain rumah lansia adalah pemilihan lantai. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Lantai yang licin dapat menjadi ancaman serius bagi lansia karena meningkatkan risiko tergelincir dan jatuh.

"Semua lantai harus anti-slip, terutama di kamar mandi. Hindari juga penggunaan karpet karena ujung yang terlipat dapat menyebabkan oma opa tersandung," ujar Rika.

Selain itu, rumah lansia sebaiknya memiliki lantai dengan ketinggian seragam untuk mengurangi risiko tersandung akibat perubahan level lantai.

Posisi Kamar yang Strategis

Pemilihan lokasi kamar tidur juga menjadi faktor penting. Rika menyarankan kamar lansia berada di lantai dasar sehingga lebih mudah diakses dan diawasi anggota keluarga.

"Jika memungkinkan, pilih kamar dengan jendela dan sirkulasi udara yang baik agar tetap nyaman dan sehat," tambahnya.

Kamar Mandi: Area Kritis yang Perlu Perhatian Khusus

Kamar mandi menjadi salah satu ruangan paling berisiko bagi lansia. Banyak insiden jatuh terjadi di kamar mandi, bahkan bisa berujung fatal.

Sebagai solusi, pemasangan pegangan tangan di kamar mandi menjadi langkah pencegahan yang efektif. 

"Tambahkan palang pegangan agar lansia dapat berpegangan saat bergerak, sehingga anggota keluarga tidak harus selalu standby," kata Rika.

Selain itu, pemilihan lantai kamar mandi yang bertekstur dan anti-slip sangat dianjurkan agar lansia lebih aman saat mandi atau menggunakan toilet.

Pencahayaan yang Cukup, Kurangi Risiko Kecelakaan


Pencahayaan yang baik sangat penting untuk rumah lansia. Ruangan dengan penerangan kurang pencahayaan dapat mengganggu penglihatan dan meningkatkan risiko jatuh.

"Pastikan seluruh ruangan, termasuk tangga, memiliki pencahayaan yang cukup. Cahaya alami lebih disarankan, namun jika tidak memungkinkan, gunakan lampu yang memberikan penerangan merata dari atas ke bawah," kata Rika.

Ia juga menyarankan penggunaan lampu dengan warna seragam agar tidak menimbulkan efek bayangan yang dapat mengganggu penglihatan lansia. 

"Hindari lampu dengan warna berbeda-beda karena bisa membuat mata cepat lelah," imbuhnya.

Perabotan Ramah Lansia

Pemilihan perabotan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan lansia. Kursi dan meja sebaiknya memiliki tinggi yang pas agar mudah digunakan.

"Sofa yang terlalu keras bisa membuat pinggang sakit, sementara yang terlalu lembut justru menyulitkan lansia saat berdiri," tandasnya.

Selain itu, tuas pintu juga perlu diperhatikan. Lansia, terutama yang memiliki arthritis, dapat kesulitan membuka pintu dengan gagang berat. 

Karena itu, disarankan menggunakan gagang pintu yang ringan dan mudah diputar.

Warna Dinding yang Menenangkan

Pemilihan warna cat dinding berpengaruh terhadap kenyamanan lansia. Warna pastel seperti biru langit, hijau lembut, atau ungu lavender dapat memberikan efek menenangkan.

"Kalau ingin warna yang lebih ceria, bisa memilih oranye, tapi jangan yang terlalu mencolok," kata Rika.

Rumah Rapi, Hidup Lebih Sehat

Selain penataan yang aman dan nyaman, Rika juga menekankan pentingnya kebiasaan berbenah rumah bagi lansia. 

Baca Juga: Catat! Ini Daftar 144 Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan

Selain membuat rumah lebih bersih dan rapi, aktivitas ini juga dapat meningkatkan kesehatan fisik lansia dengan tetap bergerak.

Dengan menerapkan desain rumah yang ramah lansia, para oma opa dapat menjalani hari-hari mereka dengan lebih nyaman, aman, dan tetap mandiri di usia senja. ***

*Ilustrasi - Rumah yang nyaman dan aman adalah kebutuhan mendasar bagi lansia.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Tantangan buat Caregiver: Tuntutan Perawatan Makin Kompleks

Di Jepang, Lansia “Asuh” Anak yang Semakin Tua

Jumaria, Lansia yang Jadi Ikon Haji 2026

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026