Rutin Makan Telur, Rahasia Panjang Umur yang Didukung Sains


Berita Lansia - Sebuah penelitian terbaru mengungkap konsumsi telur secara rutin dapat menurunkan risiko kematian hingga 15 persen akibat berbagai penyebab.

2025-02-14 21:30:48

Geriatri.id - Sebuah penelitian terbaru dari Universitas Monash, Australia, mengungkap konsumsi telur secara rutin dapat menurunkan risiko kematian hingga 15 persen akibat berbagai penyebab, termasuk 29 persen lebih rendah akibat penyakit kardiovaskular.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients ini melibatkan 8.756 orang dewasa berusia 70 tahun atau lebih. 

Para peserta dibagi dalam tiga kelompok berdasarkan frekuensi konsumsi telur mereka: jarang/tidak pernah, mingguan (1-6 butir per minggu), dan harian. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Hasilnya menunjukkan, konsumsi telur dalam jumlah sedang memberikan dampak positif bagi kesehatan dan umur panjang.

Menurut Holly Wild, peneliti utama sekaligus dosen di Sekolah Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan Universitas Monash, telur merupakan makanan yang padat nutrisi. 

"Telur mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin B, folat, asam lemak tak jenuh, serta vitamin yang larut dalam lemak seperti A, D, E, dan K," ujarnya. 

Tak hanya itu, telur juga menjadi sumber kolin dan berbagai mineral penting bagi tubuh.

Lebih lanjut, penelitian ini menyoroti manfaat konsumsi telur yang semakin terasa pada individu dengan pola makan berkualitas tinggi hingga sedang. 

Mereka yang memiliki pola makan lebih baik dan rutin mengonsumsi telur mengalami penurunan risiko kematian akibat penyakit sebesar 33 persen hingga 44 persen.

Rekomendasi konsumsi telur pun bervariasi di berbagai negara. Pedoman Diet Australia dan American Heart Association (AHA) menyarankan hingga tujuh butir telur per minggu bagi orang dewasa dengan kadar kolesterol normal. 

Bahkan, AHA mendukung konsumsi hingga dua butir per hari untuk lansia yang sehat.


Menariknya, penelitian ini juga meneliti dampak konsumsi telur pada orang dengan dislipidemia (kolesterol tinggi). 

Hasilnya, peserta dengan kondisi ini yang mengonsumsi telur secara rutin mengalami penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 27 persen dibandingkan mereka yang jarang atau tidak pernah makan telur.

"Temuan ini menegaskan bahwa hingga enam butir telur per minggu dapat membantu mengurangi risiko kematian akibat berbagai penyakit, terutama bagi lansia. 

Baca Juga: Catat! Ini Daftar 144 Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan

Hasil ini bisa menjadi dasar bagi pedoman diet berbasis bukti untuk mendukung kesehatan orang dewasa yang lebih tua," jelas Wild.

Dengan segudang manfaatnya, tak ada salahnya untuk menjadikan telur sebagai bagian dari menu harian. 

Namun, tetap perhatikan keseimbangan gizi dan konsultasikan dengan ahli gizi jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.*** 

*Ilustrasi - Selain kaya manfaat kesehatan, konsumsi telur juga bisa membuat berumur lebih panjang.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

AI Lebih ‘Laris' di Kalangan Perempuan Lansia di Jepang

HLUN 2026: Momentum Mewujudkan Indonesia Ramah Lansia

Pengabdian ala Oma Hedy

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026