Gigi Berlubang Bisa Berujung Kematian, Mitos atau Fakta?


Berita Lansia - Beberapa waktu lalu, seorang pengguna media sosial membagikan kisah tragis tentang suaminya yang meninggal dunia akibat komplikasi gigi berlubang. Benarkah gigi berlubang bisa berujung pada kematian?

2025-02-12 23:00:38

Geriatri.id - Beberapa waktu lalu, seorang pengguna media sosial membagikan kisah tragis tentang suaminya yang meninggal dunia akibat komplikasi gigi berlubang. Benarkah gigi berlubang bisa berujung pada kematian?

Gigi berlubang merupakan masalah kesehatan yang sering dianggap sepele. 

Padahal, kondisi ini dapat memicu berbagai komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. 

Gigi berlubang terjadi akibat pembusukan gigi yang bermula dari asam mulut yang mengikis enamel gigi, sehingga menciptakan celah bagi bakteri untuk berkembang.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir dua miliar orang di dunia mengalami gigi berlubang yang tidak dirawat, dan 514 juta anak menderita karies gigi pada gigi susu mereka. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Masalah ini dapat dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Gigi berlubang lebih umum terjadi pada anak karena kebiasaan menyikat gigi yang kurang baik dan konsumsi makanan serta minuman manis yang berlebihan. 

Namun, orang dewasa tak luput dari risiko ini, terutama mereka yang mengalami gusi surut yang membuat akar gigi lebih rentan terkena plak dan infeksi.

Dampak fatal gigi berlubang

Jika dibiarkan tanpa pengobatan, gigi berlubang dapat menyebabkan nyeri hebat, infeksi mulut, serta bau mulut. 

Infeksi ini bisa menyebar ke bagian tubuh lain, termasuk otak dan organ dalam, yang pada akhirnya dapat berujung pada kematian.


Salah satu kasus kematian akibat gigi berlubang menimpa mantan pemain NFL, Mike Williams pada tahun 2024. 

Ia dilaporkan meninggal akibat sepsis bakteri yang disebabkan gigi berlubang yang tidak ditangani. 

Infeksi dari gigi berlubang menyebar ke otak dan paru-paru, yang akhirnya merenggut nyawanya.

Penelitian terbaru menunjukkan gigi berlubang meningkatkan risiko stroke akibat pendarahan di otak. 

Studi yang dilakukan selama 30 tahun terhadap 6.506 orang menemukan bahwa mereka yang memiliki gigi berlubang memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke intraserebral, yaitu kondisi ketika arteri di otak pecah dan membanjiri jaringan sekitarnya dengan darah.

Pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut

Gigi berlubang bukan hanya masalah estetika atau kenyamanan semata, tetapi juga berpotensi mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan baik. 

Baca Juga: Catat! Ini Daftar 144 Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan

Kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi perlu terus ditingkatkan agar kejadian tragis akibat gigi berlubang dapat dicegah. 

Jangan sepelekan gigi berlubang, karena nyawa bisa menjadi taruhannya.***

*Ilustrasi - Benarkah gigi berlubang bisa berujung kematian?(Pixabay)

Video Senior Podcast

gigi lansia,mitos atau fakta,gigi berlubang,kesehatan gigi lansia,merawat lansia,lansia,berita lansia,lansia sehat

ARTIKEL LAINNYA

Peran Keluarga dalam Mendampingi Lansia

Mengenal Perubahan Tubuh di Usia Emas Saat Berpuasa

Habis Lebaran, Yuk Gerak Lagi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026