Jaga Kesehatan Jantung dengan Menghindari Makanan Ini


Berita Lansia - Penyakit jantung merupakan penyebab kematian utama di Indonesia dan dunia. Menurut data WHO, penyakit jantung bertanggung jawab atas 17,8 juta kematian atau sekitar satu dari tiga kematian di dunia.

2025-02-06 00:08:31

Geriatri.id - Penyakit jantung merupakan penyebab kematian utama di Indonesia dan dunia. Menurut data WHO, penyakit jantung bertanggung jawab atas 17,8 juta kematian atau sekitar satu dari tiga kematian di dunia.

Faktor risiko utama penyakit jantung meliputi merokok, hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, dan stres. 

Menurut ahli jantung Elizabeth Klodas, beberapa makanan berikut sebaiknya dihindari untuk menjaga kesehatan jantung. Elizabeth Klodas adalah penulis buku "Slay the Giant: The Power of Prevention in Defeating Heart Disease″.

Baca Juga: Catat! Ini Daftar 144 Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan

1. Daging merah

Daging merah seperti iga, steak, dan daging giling sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas. 

Sebagai alternatif protein, ikan, daging unggas tanpa lemak, atau kacang-kacangan bisa menjadi pilihan. 

Ikan berdaging putih seperti tuna dan kakap adalah pilihan yang lebih baik bagi mereka yang memiliki kolesterol tinggi.

2. Gorengan

Makanan digoreng mengandung kalori tinggi dan lemak trans yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, dan diabetes. 

Sebagai pengganti, pilih makanan dipanggang atau gunakan air fryer yang memerlukan sedikit minyak.

3. Daging olahan

Daging olahan seperti sosis, nugget, bakso, hot dog, salami, dan bacon mengandung kadar sodium tinggi dan lemak jenuh. 

WHO telah mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogen yang dapat meningkatkan risiko kanker.

4. Makanan pabrik yang dipanggang


Biskuit, cake, dan kue kering yang diproduksi secara massal cenderung padat kalori, rendah nutrisi, dan mengandung lemak jenuh dan gula tinggi. 

Sebagai alternatif, buatlah kue panggang sendiri di rumah dengan mengontrol jumlah lemak dan gula yang digunakan.

Masyarakat Jepang telah lama dikenal memiliki umur panjang dan kesehatan yang baik berkat pola makan mereka yang kaya akan nutrisi. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Mengadopsi kebiasaan sehat seperti mengonsumsi rumput laut, ikan, sup miso, serta menghindari makanan berlemak tinggi dan olahan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan mencegah penyakit jantung. 

Dengan memilih makanan yang tepat, hidup akan lebih sehat dan panjang umur.***

*Ilustrasi - Daging merah.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Tantangan buat Caregiver: Tuntutan Perawatan Makin Kompleks

Di Jepang, Lansia “Asuh” Anak yang Semakin Tua

Jumaria, Lansia yang Jadi Ikon Haji 2026

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026