Benarkah Penutup Sikat Gigi Efektif Melindungi dari Bakteri?


Berita Lansia - Penutup dianggap mampu melindungi bulu sikat gigi dari paparan bakteri dan kotoran. Benarkah demikian?

2025-02-05 21:45:38

Geriatri.id - Banyak orang meyakini penggunaan penutup pada sikat gigi merupakan cara terbaik untuk menjaga kebersihannya. Penutup dianggap mampu melindungi bulu sikat gigi dari paparan bakteri dan kotoran. Benarkah demikian?

Menurut laporan HuffPost pada Kamis 30 Januari 2025, sejumlah dokter gigi mengungkapkan, penggunaan penutup sikat gigi justru bisa menimbulkan masalah kesehatan. 

Menurut Dr. Jordan Brown, dokter gigi asal St. Petersburg, Florida, menutup sikat gigi setelah digunakan malah menciptakan lingkungan lembap yang ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur.

“Menutupi sikat gigi dengan penutup adalah ide buruk karena tutup tersebut memerangkap kelembapan di sekitar bulu sikat, yang menciptakan kondisi ideal bagi bakteri untuk berkembang,” ujar Dr. Brown.

Baca Juga: Catat! Ini Daftar 144 Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan

Rongga mulut manusia dihuni berbagai jenis bakteri, seperti Streptococcus mutans dan Granulicatella adiacens. 

Dr. Aierress Davis dari Augusta, Georgia mengatakan bakteri ini dapat menempel di bulu sikat setelah digunakan, meski telah dibilas dengan air. 

Ketika sikat yang masih basah dimasukkan ke dalam penutup, bakteri dapat berkembang biak lebih cepat.

Risiko kesehatan dari sikat gigi yang tertutup

Meski belum ada bukti ilmiah bahwa bakteri dari sikat gigi yang tertutup dapat menyebabkan penyakit serius, dokter tetap menyarankan untuk membiarkan sikat gigi mengering setelah digunakan. 

Dikatakan Dr. Brown, penyimpanan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko bau mulut (halitosis), gigi berlubang (tooth decay), serta infeksi mulut seperti abses.

“Tidak perlu menggunakan penutup sikat gigi dalam pemakaian sehari-hari di rumah,” kata Dr. Brown. 

Jika khawatir tentang paparan kotoran dari toilet, ia menyarankan menutup toilet saat membilas atau menjauhkan sikat gigi dari area tersebut.

American Dental Association (ADA) mendukung pendapat ini. ADA tidak merekomendasikan penyimpanan sikat gigi dalam wadah tertutup secara rutin karena dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.

Apakah penutup sikat gigi berguna saat bepergian?


Meski penggunaan penutup sikat gigi sehari-hari tidak dianjurkan, para dokter gigi memiliki pandangan berbeda saat berbicara tentang perjalanan. 

Menurut Dr. Davis, penutup sikat gigi bisa berguna saat bepergian untuk menghindari kontaminasi dari barang-barang lain di dalam tas.

“Saya biasanya membungkus bulu sikat dengan handuk kertas, tetapi sekarang saya lebih memilih menggunakan tas travel yang lebih besar untuk melindunginya dari kontak langsung dengan perlengkapan lain,” kata Dr. Davis.

Dr. Richard Lipari, dokter gigi dari Chappaqua, New York sependapat namun menyarankan sikat gigi dikeluarkan dari penutupnya segera setelah tiba di tujuan agar tidak lembap dalam waktu lama.

Cara menjaga sikat gigi tetap bersih

Selain menghindari penggunaan penutup saat penyimpanan, ada beberapa langkah lain yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan sikat gigi:

- Jauhkan dari toilet dan wastafel 

Partikel kotoran dapat menyebar ke sikat gigi jika toilet dibilas dalam keadaan terbuka.

- Simpan dalam posisi tegak

Ini memungkinkan air menetes dari bulu sikat sehingga mempercepat proses pengeringan.

- Jangan berbagi sikat gigi

- Berbagi sikat gigi dapat menyebarkan bakteri dan virus dari satu orang ke orang lain.

- Ganti sikat gigi secara rutin

Dr. Brown menyarankan pergantian sikat setiap tiga hingga empat bulan, sementara Dr. Lipari merekomendasikan setiap dua hingga tiga bulan.

- Ganti sikat gigi setelah sakit

Jika baru sembuh dari penyakit, sebaiknya segera mengganti sikat gigi untuk mencegah infeksi ulang.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Sebagai tambahan, bagi yang sangat peduli dengan kebersihan, tersedia pembersih sikat gigi khusus yang dapat membantu mengurangi jumlah bakteri pada bulu sikat. 

Namun, menurut Dr. Davis, tidak ada alat yang benar-benar dapat menghilangkan semua bakteri pada sikat yang telah digunakan.

Alih-alih menggunakan penutup, cara terbaik untuk menjaga kebersihan sikat gigi adalah dengan membiarkannya mengering di tempat terbuka.*** 

*Ilustrasi - Benarkah penutup sikat gigi efektif melindungi dari bakteri?(Pixabay)

Video Senior Podcast


 

gigi lansia,kesehatan gigi lansia,sikat gigi,kesehatan lansia,lansia ,berita lansia,lansia sehat

ARTIKEL LAINNYA

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Usia Senja

Memahami Hipertensi (6): Kapan Perlu Pemeriksaan Lebih Lanjut?

Persiapan Menuju Masa Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026