
Geriatri.id - Gula darah rendah atau hipoglikemia merupakan kondisi ketika kadar glukosa dalam darah turun di bawah 70 mg/dL.
Umumnya, kondisi ini dikaitkan dengan penderita diabetes yang mengonsumsi insulin atau obat penurun gula darah.
Namun, siapa pun sebenarnya bisa mengalami hipoglikemia, terutama jika memiliki pola makan tidak teratur atau kondisi kesehatan tertentu.
Tanda-tanda gula darah rendah sering kali tidak disadari atau dianggap remeh.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memburuk hingga menyebabkan pingsan, kejang, bahkan koma.
Baca Juga: Catat! Ini Daftar 144 Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan
Karena itu, penting untuk mengenali gejala awal hipoglikemia agar dapat segera mengambil tindakan yang tepat.
Gejala gula darah rendah yang perlu diwaspadai
1. Rasa lapar mendadak dan berlebihan
Jika Anda tiba-tiba merasa sangat lapar meski baru saja makan, ini bisa menjadi tanda kadar gula darah sedang turun.
Tubuh memberi sinyal membutuhkan energi dengan meningkatkan rasa lapar.
2. Perasaan cemas yang tidak beralasan
Penurunan gula darah dapat memicu pelepasan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol, yang menyebabkan rasa cemas, panik, atau gelisah secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas.
3. Tidur tidak nyenyak
Hipoglikemia nokturnal atau gula darah rendah saat tidur dapat menyebabkan keringat berlebih, mimpi buruk, atau terbangun tiba-tiba dengan perasaan bingung dan cemas.
Jika Anda sering mengalami tidur gelisah, bisa jadi kadar gula darah Anda turun di malam hari.
4. Gemetar atau tremor
Salah satu gejala khas hipoglikemia adalah tangan atau kaki gemetar tanpa alasan jelas.
Tremor ini terjadi karena tubuh berusaha meningkatkan kadar gula darah dengan melepaskan adrenalin.
5. Berkeringat berlebihan
Keringat berlebih tanpa sebab yang jelas, terutama di area kepala, leher, dan telapak tangan, sering kali menjadi tanda awal gula darah rendah.
Biasanya, gejala ini akan membaik setelah kadar gula darah kembali normal.
6. Pusing dan kepala kliyengan
Ketika otak tidak mendapatkan cukup glukosa, seseorang bisa mengalami pusing, kepala terasa melayang, atau bahkan hampir pingsan.
Jika sering mengalami kondisi ini, segera konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat cepat serap seperti jus buah atau madu.
7. Sulit berkonsentrasi dan mudah lupa
Karena otak menggunakan glukosa sebagai sumber energi utama, kadar gula darah yang rendah dapat mengganggu fungsi kognitif, menyebabkan sulit berkonsentrasi, mudah lupa, atau kebingungan.
8. Penglihatan kabur atau buram
Hipoglikemia dapat menyebabkan gangguan penglihatan sementara seperti penglihatan buram, berbayang, atau melihat bintik-bintik.
Kondisi ini biasanya membaik setelah kadar gula darah kembali normal.
9. Bicara tidak jelas dan kesulitan bergerak
Dalam kondisi lebih parah, seseorang yang mengalami hipoglikemia bisa berbicara cadel, sulit mengoordinasikan gerakan, atau berjalan sempoyongan.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan kehilangan kesadaran atau kejang.
Mengatasi hipoglikemia dengan cepat
Jika Anda atau seseorang di sekitar mengalami gejala hipoglikemia, segera lakukan langkah berikut:
- Konsumsi makanan atau minuman mengandung gula cepat serap seperti madu, jus buah, atau permen.
- Jika gejala tidak membaik dalam 15 menit, ulangi konsumsi gula sederhana.
- Jika kondisi semakin parah, segera cari bantuan medis.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Hipoglikemia bukan kondisi yang bisa dianggap sepele. Mengenali tanda-tandanya sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi lebih serius.
Selalu perhatikan pola makan dan konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala mencurigakan.***
*Ilustrasi - Pusing dan kepala keliyengan.(Pixabay)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri