
Geriatri.id - Malaysia kehilangan salah satu produsen kecap legendarisnya. Pabrik kecap Hup Teck, yang telah beroperasi selama 111 tahun, secara resmi mengumumkan tutup permanen.
Keputusan ini diambil setelah sang pemilik, Low Bak Tong (72), tidak berhasil menemukan penerus untuk melanjutkan warisan keluarga yang telah berjalan selama lebih dari satu abad.
Hup Teck dikenal sebagai salah satu produsen soy sauce autentik yang tetap mempertahankan proses tradisionalnya sejak berdiri.
Berlokasi di Gopeng, Perak, pabrik ini menggunakan tong tanah liat besar untuk fermentasi, tanpa mengubah bahan, alat, atau metode selama 111 tahun terakhir.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Proses panjang dan penuh keterampilan ini menjadikan produk Hup Teck sebagai bahan andalan di berbagai hidangan khas Tiongkok, baik di Malaysia maupun negara tetangga.
Krisis pewaris dan keputusan berat
Low Bak Tong, yang menjalankan pabrik bersama saudara perempuan dan keponakannya, mengungkapkan tak ada anggota keluarga berminat melanjutkan usaha ini.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip Vulcan Post pada 23 Januari 2025, Hup Teck menyampaikan rasa berat hati atas penutupan ini.
"Dengan sangat berat hati kami mengumumkan penutupan produksi Hup Teck soy sauce. Ini merupakan keputusan yang sulit tetapi kami terpaksa harus mengucapkan selamat tinggal setelah 111 tahun melayani," ujar juru bicara perusahaan.
Keputusan ini tidak hanya membawa duka bagi keluarga Low, tetapi juga bagi pelanggan setia yang menghargai cita rasa khas kecap Hup Teck.
Banyak pihak menyayangkan hilangnya pabrik ini, terutama karena jejak sejarahnya yang kental dan proses produksinya sangat otentik.
Warisan budaya yang hilang
Produksi soy sauce Hup Teck tidak hanya sebatas usaha komersial, tetapi juga warisan budaya bernilai tinggi.
Rumah produksi di Gopeng sering kali menjadi destinasi wisata edukasi, tempat pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pembuatan kecap tradisional.
Lambang angka 999 pada merek Hup Teck dipercaya membawa keberuntungan dan menjadi ikon dari produk tersebut.
Dengan penutupan ini, Malaysia kehilangan salah satu saksi bisu sejarah industri tradisionalnya, yang selama lebih dari satu abad telah memberikan rasa istimewa pada banyak hidangan lokal.
Meski demikian, penutupan ini menjadi pengingat pentingnya regenerasi dalam menjaga keberlanjutan tradisi dan warisan budaya.
Baca Juga: Catat! Ini Daftar 144 Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan
Pabrik Hup Teck mungkin tutup, tetapi kenangan akan keunikan dan kualitasnya akan terus hidup di hati para pelanggannya.
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri