Vitamin D 'Pahlawan Super' untuk Lansia Obesitas  


Berita Lansia - Bagi lansia obesitas, vitamin D tidak hanya berfungsi menjaga kesehatan tulang, tetapi juga membantu dalam mengontrol tekanan darah dan menurunkan risiko penyakit jantung.  

2025-01-19 14:38:48

Geriatri.id - Meski hanya berupa molekul kecil, vitamin D berperan besar dalam menjaga kesehatan tubuh. Bagi lansia obesitas, vitamin D tidak hanya berfungsi menjaga kesehatan tulang, tetapi juga membantu dalam mengontrol tekanan darah dan menurunkan risiko penyakit jantung.  

Studi terbaru Dr. Ghada El-Hajj Fuleihan dari Pusat Medis Universitas Amerika Beirut mengungkapkan, suplementasi vitamin D dapat membantu menurunkan tekanan darah pada lansia obesitas. 

Penelitian ini melibatkan 221 lansia obesitas yang diberikan suplemen vitamin D dengan dosis 600 IU atau 3.750 IU setiap hari selama setahun. 

Hasilnya? Tekanan darah mereka menunjukkan penurunan signifikan, meski dosis lebih tinggi tidak memberikan manfaat tambahan.  

Baca Juga: Hadiah Spesial di Hari Ultah, Skrining Kesehatan Gratis Berdasarkan Usia

Mengapa vitamin D penting untuk lansia obesitas?

Lansia obesitas sering menghadapi risiko kesehatan lebih tinggi, termasuk hipertensi dan penyakit kardiovaskular. 

Peran vitamin D 

1. Mengontrol tekanan darah

Vitamin D membantu melebarkan pembuluh darah dan mengurangi peradangan, yang berkontribusi pada penurunan tekanan darah.  

2. Meningkatkan kesehatan jantung

Dengan tekanan darah lebih terkontrol, risiko komplikasi kardiovaskular, seperti serangan jantung atau stroke, dapat diminimalkan.  

3. Memperkuat tulang

Obesitas meningkatkan tekanan pada tulang, dan vitamin D membantu menjaga kepadatan tulang, mencegah osteoporosis, dan mengurangi risiko patah tulang.  

Sumber vitamin D yang dapat dimanfaatkan lansia


- Makanan

Mengonsumsi ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan sarden, serta makanan lain seperti kuning telur, hati sapi, dan susu yang diperkaya vitamin D.  

- Paparan sinar matahari

Paparan sinar matahari pagi membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami. Lansia disarankan berjemur selama 15-20 menit sebelum pukul 9 pagi.  

- Suplemen

Untuk yang sulit memenuhi kebutuhan dari makanan atau paparan sinar matahari, suplemen vitamin D dapat menjadi pilihan. Konsultasikan dosisnya dengan dokter untuk hasil optimal.  

Baca Juga: Daftar Layanan Skrining Kesehatan Gratis di Hari Ulang Tahun untuk Lansia

Selain memperhatikan asupan vitamin D, menjaga pola makan sehat dan tetap aktif secara fisik menjadi kunci penting dalam mengelola obesitas dan tekanan darah.***  

*Ilustrasi - Peran vitamin D dalam mengelola obesitas.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Tantangan buat Caregiver: Tuntutan Perawatan Makin Kompleks

Di Jepang, Lansia “Asuh” Anak yang Semakin Tua

Jumaria, Lansia yang Jadi Ikon Haji 2026

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026