Mikroplastik dalam Kantong Teh Ancaman Tersembunyi Bagi Kesehatan 


Berita Lansia - Mikroplastik, partikel kecil plastik yang kini banyak ditemukan di lingkungan menjadi perhatian besar dalam dunia kesehatan dan ekosistem. 

2025-01-04 23:55:54

Geriatri.id - Mikroplastik, partikel kecil plastik yang kini banyak ditemukan di lingkungan menjadi perhatian besar dalam dunia kesehatan. 

Baru-baru ini, studi menemukan mikroplastik dalam kantong teh, memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap kesehatan manusia.  

Kantong teh dan mikroplastik

Dilansir SUCHTV, penelitian dari Universitas Barcelona, Spanyol, menunjukkan kantong teh yang terbuat dari polimer plastik seperti polypropylene dapat melepaskan hingga 1,2 miliar mikroplastik ke dalam air panas. 

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Kantong teh dari bahan lain, seperti selulosa dan nilon-6, juga menyumbang partikel mikroplastik meski dalam jumlah lebih sedikit, masing-masing 135 juta dan 8 juta partikel.  

Mikroplastik ini tidak hanya bercampur dalam teh yang diminum, tetapi juga membawa bahan kimia berbahaya.  

Risiko kesehatan dampak dari mikroplastik

Paparan mikroplastik tidak dapat dihindari sepenuhnya karena partikel ini ditemukan dalam makanan, minuman, hingga udara yang dihirup. 

Dalam tubuh manusia, mikroplastik terdeteksi di darah, air susu ibu, dan bahkan feses. 

Berikut dampak kesehatan dari mikroplastik: 

1. Gangguan saluran pencernaan

Penelitian menunjukkan, mikroplastik dapat merusak dinding usus, mengganggu produksi lendir pelindung, dan memicu percepatan penyebaran sel kanker dalam saluran pencernaan.  

2. Peningkatan risiko kanker

Mikroplastik yang terhirup dapat masuk ke dalam darah, meningkatkan risiko kanker kolon. 

Penelitian dari Universitas California San Francisco mengaitkan paparan mikroplastik dengan peningkatan risiko kanker usus pada anak muda.  

3. Gangguan kesuburan

Paparan mikroplastik diduga menjadi salah satu penyebab penurunan tingkat kesuburan global. 

Studi pada hewan menunjukkan, mikroplastik dapat memengaruhi fungsi reproduksi.  

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Kehadiran mikroplastik di kantong teh adalah pengingat penting untuk beralih ke produk yang menggunakan bahan alami atau organik.

Kantong teh bebas plastik bisa menjadi langkah awal untuk mengurangi paparan mikroplastik.*** 

*Ilustrasi - Baru-baru ini, studi menemukan mikroplastik dalam kantong teh.(Pixabay)

Video Senior Podcast

mikroplastik,bahaya mikroplastik,lansia,kesehatan lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Peran Keluarga dalam Mendampingi Lansia

Mengenal Perubahan Tubuh di Usia Emas Saat Berpuasa

Habis Lebaran, Yuk Gerak Lagi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026