
Geriatri.id - Kabar duka datang dari dunia pers Indonesia. Atmakusumah Astraatmadja, tokoh pers nasional meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Jakarta pada Kamis, 2 Januari 2025, pukul 13.05 WIB.
Atmakusumah berpulang di usia 86 tahun setelah menjalani perawatan intensif di ICU.
Pak Atma, sapaan akrabnya, adalah figur sentral yang membawa perubahan besar di dunia jurnalistik Indonesia. Kiprah jurnalistik Pak Atma dimulai di Harian Indonesia Raya di usia 20-an tahun pada 1950-an.
Kariernya terus berkembang, termasuk menjabat sebagai redaktur pelaksana harian yang sama ketika terbit kembali pada 1968, hingga dibredel pemerintah Orde Baru pada 1974 karena pemberitaan Malapetaka 15 Januari (Malari).
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Atmakusumah juga menjadi koresponden Press Indonesia Agency (PIA) yang kemudian melebur ke Kantor Berita ANTARA pada 1962.
Sepulangnya ke Indonesia, ia memimpin Serikat Pekerja ANTARA (1966-1968) dan menjadi komentator di berbagai radio internasional, termasuk Radio Australia dan Deutsche Welle.
Sebagai Ketua Dewan Pers 2000-2003, Atmakusumah memainkan peran penting dalam membangun pondasi kebebasan pers di era Reformasi.
Kepemimpinannya di Dewan Pers "independen" pertama, hasil dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, menjadi tonggak penting transformasi Dewan Pers dari kendali pemerintah menjadi lembaga mandiri.
Atmakusumah juga dikenal sebagai pendidik jurnalistik di Lembaga Pers Dokter Soetomo (LPDS). Selama hampir satu dekade, ia menjabat sebagai Direktur Eksekutif LPDS, mengembangkan pelatihan dan menulis belasan buku tentang dunia pers.
Hingga akhir hayatnya, ia tetap aktif memberikan pencerahan jurnalistik melalui kanal "Atma Menjawab" di laman LPDS.
Di panggung internasional, kontribusinya diakui dengan penghargaan Ramon Magsaysay untuk kategori Jurnalisme, Sastra, dan Seni Komunikasi Kreatif pada 2000.
Di tingkat nasional, ia menerima berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Kartu Pers Nomor Satu (PCNO) pada 2010 dan Anugerah Pengabdian Sepanjang Hayat Dewan Pers pada 2023.
Lahir pada 20 Oktober 1938 di Labuan, Banten, Atmakusumah adalah anak dari Joenoes Astraatmadja, seorang pejabat pemerintahan.
Bersama istrinya, Sri Rumiati, ia dikaruniai tiga putra yaitu Kresnahutama (produser film), Rama Ardana (penyunting buku), dan Tri Laksmana (doktor astrofisika partikel).
Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung
Kepergian Atmakusumah meninggalkan duka mendalam, tetapi juga warisan tak ternilai bagi dunia jurnalistik dan kebebasan pers di Indonesia.
Semangat dan dedikasinya menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus memperjuangkan kemerdekaan pers yang bertanggung jawab.***
*Tokoh pers nasional Atmakusumah Astraatmadja.(IG@officialdewanpers)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri