Makan Buah Cara Alami Cegah Depresi pada Lansia


Berita Lansia - Sebuah studi terbaru yang diterbitkan di The Journal of Nutrition, Health and Aging pada Juni 2024  menemukan, konsumsi buah dapat menjadi langkah efektif dalam mencegah depresi pada lansia.

2024-12-31 23:55:22

Geriatri.id - Depresi pada lansia menjadi perhatian di banyak negara. Hal ini mengingat dampaknya terhadap kualitas hidup, morbiditas, dan mortalitas. 

Namun, sebuah studi terbaru yang diterbitkan di The Journal of Nutrition, Health and Aging pada Juni 2024  menemukan, konsumsi buah dapat menjadi langkah efektif dalam mencegah depresi pada lansia.

Penelitian yang dilakukan secara longitudinal ini melibatkan hampir 14 ribu partisipan. 

Data awal dikumpulkan pada 1993-1998, saat partisipan rata-rata berusia 52,4 tahun. 

Mereka diminta menjawab kuesioner rinci mengenai konsumsi buah dan sayur. 

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Dua dekade kemudian, pada 2014-2016, wawancara lanjutan dilakukan dengan partisipan yang rata-rata berusia 72,5 tahun. 

Kondisi mental mereka dievaluasi menggunakan Skala Depresi Geriatri, alat skrining klinis yang diakui secara global.

Hasilnya menunjukkan, partisipan yang mengonsumsi setidaknya tiga porsi buah per hari di usia paruh baya memiliki risiko depresi 21 persen lebih rendah di usia lanjut. 

Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pola makan kaya akan buah untuk mencegah depresi terkait penuaan.

Dampak depresi pada lansia

Penulis studi senior, Woon Puay Koh, menyebutkan prevalensi gejala depresi di kalangan lansia secara global di kisaran 17,1 - 34,4 persen. 

Dari jumlah ini, 8-10 persen kasus depresi ringan dapat berkembang menjadi depresi berat setiap tahunnya.


“Depresi pada lansia berkaitan erat dengan penurunan kualitas hidup dan peningkatan risiko morbiditas serta mortalitas,” ujar Koh seperti dikutip dari Health.. 

Temuan ini memberikan harapan baru dalam upaya pencegahan kondisi kesehatan mental yang kerap menghantui usia senja.

Buah-buahan yang direkomendasikan

Dalam penelitian ini, buah-buahan yang dikonsumsi partisipan di Singapura mencakup 14 jenis termasuk jeruk, jeruk keprok, pepaya, pisang, dan semangka. 

Konsumsi buah ini tidak hanya memberikan manfaat nutrisi seperti serat dan vitamin, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan mental.

Dengan temuan ini, konsumsi buah dapat menjadi langkah sederhana namun signifikan dalam meningkatkan kesehatan mental lansia. 

Pemerintah, komunitas, dan keluarga diharapkan dapat mendorong pola makan sehat yang mencakup buah-buahan, sebagai bagian dari upaya menyeluruh untuk meningkatkan kesejahteraan lansia.

Baca Juga: Scaling Gigi Ditanggung BPJS Kesehatan Tapi Ada Syaratnya

Kesehatan mental pada lansia adalah isu kompleks, tetapi pendekatan preventif seperti ini membuka jalan untuk menciptakan masa tua yang lebih bahagia dan produktif. 

Makan buah bukan hanya soal kesehatan fisik, tetapi juga kunci menuju kesehatan jiwa di usia emas.***

*Ilustrasi - Mengonsumsi buah dapat menjadi langkah efektif dalam mencegah depresi pada lansia.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Tantangan buat Caregiver: Tuntutan Perawatan Makin Kompleks

Di Jepang, Lansia “Asuh” Anak yang Semakin Tua

Jumaria, Lansia yang Jadi Ikon Haji 2026

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026