
Geriatri.id - Presiden ke-39 Amerika Serikat, Jimmy Carter tutup usia di Plains, Georgia pada Minggu, 29 Desember 2024. Carter, yang baru saja merayakan ulang tahun ke-100 pada Oktober 2024 menjadi presiden dengan usia terpanjang dalam sejarah AS.
Dengan dedikasi hidupnya pada kemanusiaan dan perdamaian, Carter dikenang sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di abad ke-20.
Carter, penerima Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2002, menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk melayani sesama.
Meski periode pemerintahannya dari 1977-1981 sering diwarnai kritik, terutama terkait tantangan ekonomi dan krisis sandera Iran, ia mencatatkan prestasi besar melalui Camp David Accords pada 1978.
Perjanjian ini membawa perdamaian antara Mesir dan Israel, yang hingga kini dianggap sebagai salah satu pencapaian diplomatik terbesar abad ini.
Baca Juga: Scaling Gigi Ditanggung BPJS Kesehatan Tapi Ada Syaratnya
Namun, dedikasinya terhadap kemanusiaan tidak berhenti setelah meninggalkan Gedung Putih. Pada 1982, Carter mendirikan The Carter Center, sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada pemberantasan penyakit, pengentasan kemiskinan, dan promosi hak asasi manusia.
Melalui lembaga ini, ia memimpin upaya global untuk memberantas penyakit Guinea worm, yang kini hampir sepenuhnya hilang dari muka bumi.
Carter juga dikenal melalui keterlibatannya dengan Habitat for Humanity. Ia membangun rumah bagi mereka yang membutuhkan dengan tangannya sendiri, mencerminkan gaya kepemimpinan rendah hati dan bekerja di lapangan.
Pilihan hidup Carter setelah masa kepresidenannya mencerminkan prinsip hidupnya. Alih-alih mengejar keuntungan dari pidato berbayar atau kontrak buku besar, ia kembali ke rumahnya yang sederhana di Plains.
Dalam kesederhanaannya, ia menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang pelayanan, bukan kemewahan.
Perjuangan Carter melawan kanker yang didiagnosis pada 2015 menunjukkan keberaniannya.
Dikutip dari Al Jazeera, meski telah menjalani perawatan paliatif sejak Februari 2023, ia tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Putranya, Chip Carter, menyebut ayahnya sebagai pahlawan yang menginspirasi dunia dengan nilai-nilai perdamaian, hak asasi manusia, dan cinta tanpa pamrih.
"Ayah saya adalah seorang pahlawan, bukan hanya untuk saya tetapi untuk semua orang yang percaya pada keadilan dan kemanusiaan," ujar Chip dalam sebuah pernyataan dikutip dari BBC.
Jimmy Carter meninggalkan jejak abadi dalam perjuangan untuk dunia yang lebih baik. Keluarganya berharap dunia melanjutkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi Carter yaitu perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Jimmy Carter, seorang petani kacang dari Georgia yang menjadi presiden, dan pejuang kemanusiaan global telah berpulang.
Namun, semangatnya akan terus menyala dalam hati jutaan orang yang terinspirasi prinsip hidup dan pelayanannya.***
*Presiden ke-39 Amerika Serikat, Jimmy Carter.(cartercenter.org)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri