Refleksi Jelang Tutup Tahun: Semakin Bermakna di Usia Senja  


Berita Lansia - Sebagai lansia berusia 65-70 tahun, pernahkah kita bertanya pada diri sendiri: apakah saat ini kita berhak untuk benar-benar berhenti dan beristirahat?  

2024-12-30 12:05:19

Oleh: dr. Johny Sulistio

Sebagai lansia berusia 65-70 tahun, pernahkah kita bertanya pada diri sendiri: apakah saat ini kita berhak untuk benar-benar berhenti dan beristirahat?  

Namun, ada perbedaan mendalam antara istirahat untuk pemulihan dan istirahat yang menjadi alasan untuk memutus diri dari dunia luar. 

Sering kali, kita membiarkan rasa lelah menjadi dalih untuk meninggalkan aktivitas bermakna.  

Saat aku masih muda, rasa lelah setelah bekerja keras menafkahi keluarga atau membantu teman yang kesulitan tetap terasa sebagai hal yang "menghadiahi." 

Aktivitas itu memberi kepuasan mendalam, bahkan jika kadang dijalani dengan terpaksa. Mengapa? Karena keberhasilan kecil yang diraih darinya selalu melampaui rasa tidak nyaman yang bersifat sementara.  

Sekarang, di usia senja, aku mulai memahami bahwa hidup tetap bisa bermakna. 

Alih-alih hanya menonton televisi, duduk-duduk tanpa arah, atau membiarkan malam panjang dipenuhi gelisah karena sulit tidur, aku memilih untuk bertindak. 

Aku berkata pada diriku sendiri:  

- Aku ingin mengumpulkan kembali foto-foto lama.  

- Aku ingin menulis ulang jurnal harian dari masa lalu.  

- Aku ingin belajar keterampilan baru.  

- Aku ingin menghubungi teman-teman lama yang sudah terlalu lama tak kusambangi.  

Tindakan-tindakan kecil ini membuatku kembali merasa terhubung. Hubungan inilah yang mengisi malam-malamku dengan rasa penuh arti.

Yang menarik, aku menemukan bahwa setiap aksi menciptakan energinya sendiri. 

Ada rasa ketercapaian yang mengangkat semangat, rasa percaya diri yang tumbuh, dan kebahagiaan memiliki kendali atas waktu—bahkan saat usiaku mendekati akhir perjalanan hidup.  

Aku belajar bahwa lelah hanyalah status kesadaran, bukan penghalang. Lelah tak perlu mendikte pilihan hidupku. 

Dengan memutuskan untuk bertindak dan menciptakan sesuatu, aku membuka pintu bagi pengalaman yang lebih bermakna.  

Hidup bukan sekadar menjalani waktu yang tersisa, tetapi juga tentang memilih untuk terus berkreasi dan menjadi diri yang berbeda - lebih baik dari kemarin.  

*Orlando Langensari  
29 Desember 2024

*Ilustrasi - Refleksi menjelang tutup tahun.(Pixabay)


ARTIKEL LAINNYA

'Apakah Boleh Kita Meminta dan Memilih Pulang?'

Mata Juga Perlu Dicek Secara Rutin

Asia Menua Cepat, Alarm bagi Krisis Tenaga Kerja dan Kesehatan Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026